Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump Serang Investigasi Soal Kemungkinan Halangi Proses Hukum


Presiden Donald Trump memberikan keterangan terkait penembakan anggota kongres Whip Steve Scales, di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, Kamis, 15 Juni 2017. (AP Photo/Susan Walsh)

Presiden Amerika Donald Trump menyerang laporan-laporan bahwa jaksa yang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu tahun lalu kini sedang menyelidiki apakah ia berusaha menghalangi hukum dalam kasus tersebut.

“Mereka membuat-buat kolusi palsu dalam cerita Rusia, tidak menemukan ada bukti, jadi sekarang mereka menggunakan penghalangan hukum sebagai cerita palsu. Bagus,” kata Trump ketika ia menulis secara sarkastis di akun Twitternya hari Kamis.

Dalam cuitan kedua, Trump menulis, “Anda menyaksikan satu upaya mencari-mencari kesalahan yang terbesar dalam sejarah politik Amerika, dipimpin oleh sejumlah orang yang sangat jahat dan kontroversial!.”

Trump bereaksi demikian setelah beberapa laporan Rabu malam (14/6) menyebutkan Jaksa Khusus Robert Mueller berencana mewawancarai sejumlah pejabat penting keamanan nasional Amerika. Ini terkait pernyataan-pernyataan Trump dalam upaya mengakhiri penyelidikan mengenai kontak yang dilakukan penasihat keamanan nasional pertamanya, Michael Flynn, dengan duta besar Rusia di Washington. Trump memecat Flynn pada Februari lalu yang baru 24 hari menjabat, setelah tahu bahwa Flynn berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai percakapannya dengan Sergey Kislyak.

Berdasarkan pernyataan orang-orang yang mengetahui penyelidikan itu, The Washington Post, New York Times dan Wall Street Journal menyatakan Mueller berencana mewawancarai Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, Direktur Badan Keamanan Nasional (NSA) Michael Rogers dan mantan Deputi Direktur NSA Richard Ledgett.

Menurut beritu, salah satu fokus penyelidikan Mueller adalah percakapan Trump dengan Coats dan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Mike Pompeo akhir Maret lalu. Trump dikabarkan meminta mereka untuk turun tangan dalam menghadapi Direktur FBI ketika itu, James Comey, dan memintanya agar menghentikan penyelidikan FBI mengenai Flynn. Satu atau dua hari kemudian, Trump dikabarkan menelpon Coats dan Rogers dan meminta mereka agar secara terbuka membantah adanya bukti bahwa pembantu-pembantu Trump secara ilegal berkolusi dengan para pejabat Rusia untuk membantu Trump menang dalam pemilihan.

Menurut berita itu, Coats maupun Rogers tidak ada yang memenuhi permintaan Trump. Belum diketahui apakah Ledgett berbicara dengan Trump, tetapi ia menulis sebuah dokumen internal NSA yang menyebutkan tentang permintaan Trump kepada Rogers.

Coats dan Rogers memberitahu sebuah panel Senat sepekan silam bahwa mereka tidak merasa ditekan oleh Trump untuk melakukan intervensi dalam kasus itu, tetapi mereka menolak mengatakan apa yang diminta oleh Trump untuk mereka lakukan. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG