Tautan-tautan Akses

Warga Solo Termasuk Korban Tewas Pesawat MH17

  • Yudha Satriawan

Seorang kerabat memperlihatkan foto keluarga Yuli Hastini, yang merupakan penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina. (VOA/Yudha Satriawan)

Seorang kerabat memperlihatkan foto keluarga Yuli Hastini, yang merupakan penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina. (VOA/Yudha Satriawan)

Puluhan warga Solo melakukan doa dan shalat bersama bagi penumpang pesawat Malaysia Airlines yang tewas tersebut.

Rumah Awang Nuryanto di Sriwedari Solo, dipenuhi para jurnalis dan warga sekitar, Jumat siang (18/7).

Awang terus memantau perkembangan berita televisi seputar pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina. Telepon genggamnya tak henti berdering dengan mengalirnya ucapan belasungkawa dari keluarga besar dan sahabatnya.

Dengan berurai air mata, sesekali Awang memandangi foto bergambar keluarga Yuli Hastini, yang ikut menjadi korban tewas pesawat MH 17 tersebut. Awang mengenang keluarga Yuli, termasuk dua keponakannya, yang tinggal di Belanda sejak lebih dari enam tahun lalu.

“Mbak Yuli yang ternyata mau pulang ke Indonesia memakai pesawat Malaysian Airlines MH17. Kami masih sangsi dan ragu, kemudian kerabat kami di Jakarta coba menghubungi Malaysia Airlines dan ternyata di manifest pesawat ada nama mbak Yuli Hastini dan keluarganya," ujar Awang.

Yuli, yang merupakan kakak ipar Awang, tinggal di Belanda bersama suaminya John Paulissen yang merupakan warga Belanda, serta kedua anak mereka Arjuna Martin Paulissen dan Srikandi Paulissen.

"Mereka mau pulang ke Indonesia karena ingin berlebaran di sini, berkumpul bersama keluarga besar, sekalian mau ziarah ke makam Ibu. Delapan bulan lalu Ibu mbak Yuli ini meninggal. Mbak Yuli dan Mas John belum sempat datang ke sini saat itu..lha ini malah terjadi peristiwa ini..ya kami berharap ada tanggung jawab dari maskapai dan pemerintah," ujarnya.

Awang mengatakan maskapai Malaysia Airlines akan menghubungi keluarga tersebut untuk memberitahukan kondisi terbaru para korban tewas MH 17.

Sementara itu, sekitar 50 siswa sekolah menengah Al Firdaus Solo melakukan shalat berjamaah untuk mendoakan para korban.

“Aksi anak-anak ini sebagai ungkapan rasa duka yang dalam mereka menggelar shalat ghaib dan doa bersama, supaya arwah para korban, terutama Pak John Paulissen dan Bu Yuli Hastini. Bu Yuli adalah saudara kandung kepala sekolah kami di sini, sedangkan Pak John sering mengajar di sekolah kami," ujar juru bicara sekolah, Umi Nopiarti.

"Ketika mereka datang ke Indonesia, mereka pasti menyempatkan diri mengajar para siswa tentang lingkungan hidup, kebetulan Pak John juga bekerja di sebuah perusahaan berbasis lingkungan hidup di Belanda. Kami sangat dekat dekat dengan Pak John dan keluarganya."

Pesawat bernomor penerbangan MH-17 jatuh saat melintas di atas Ukraina timur menuju perbatasan Rusia dengan 298 orang di dalamnya. Pesawat sedang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.

XS
SM
MD
LG