Tautan-tautan Akses

PM Malaysia Minta Keadilan Ditegakkan Jika Pesawat Terbukti Ditembak


Perdana Menteri Malaysia Najib Razak setelah memberikan konferensi pers di sebuah hotel di bandar udara Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia (18/7).

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak setelah memberikan konferensi pers di sebuah hotel di bandar udara Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia (18/7).

Najib Razak mengatakan ia sepakat dengan Presiden AS Barack Obama bahwa para penyelidik harus mendapat akses penuh terhadap lokasi jatuhnya pesawat di Ukraina.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta keadilan segera ditegakkan bagi mereka yang bertanggung jawab jika pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di Ukraina terbukti ditembak.

Najib, membaca pernyataan dalam konferensi pers Jumat (18/7), mengatakan Malaysia belum dapat melakukan verifikasi apa penyebab Boeing 777-200 itu jatuh ketika terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur namun tidak membuat laporan bahaya.

Namun ia mengatakan sepakat dengan Presiden AS Barack Obama bahwa para penyelidik harus mendapat akses penuh terhadap lokasi kecelakaan.

"Pihak berwenang di Ukraina yakin pesawat itu ditembak jatuh," ujar Najib. "Namun dalam tahap ini, Malaysia tidak dapat melakukan verifikasi penyebab tragedi ini. Tapi kita harus, dan kita akan, menemukan persisnya apa yang terjadi pada penerbangan ini. Tidak ada batu yang tidak akan kita balik."

"Jika yang terjadi adalah bahwa pesawat itu memang ditembak jatuh, kami bersikeras bahwa para pelakunya harus segera diadili," ujarnya.

Pemerintah Ukraina menuduh "teroris" -- para militan yang memberontak untuk menyatukan Ukraina bagian timur dengan Rusia -- telah menembak jatuh pesawat itu. Para pemberontak menyangkal telah bertanggung jawab.

Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan jatuhnya pesawat tersebut ternyata "bukanlah kecelakaan" dan bahwa itu "meledak di udara."

Najib juga mengatakan bahwa Malaysia mengirimkan penerbangan khusus ke Kyiv berisi tim penyelamatan dan pertolongan bencana.

"Tim internasional harus mendapat akses penuh terhadap lokasi jatuhnya pesawat dan tidak seorang pun boleh mengganggu wilayah tersebut, atau memindahkan puing-puing, termasuk kotak hitam," ujarnya.

Malaysia Airlines mengatakan sebelumnya bahwa para petugas pengontrol lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat bernomor penerbangan MH-17 saat terbang di atas Ukraina timur menuju perbatasan Rusia dengan 280 penumpang dan 15 awak di dalamnya. Data pelacak penerbangan menunjukkan bahwa pesawat terbang di atas ketinggian 10.000 meter ketika menghilang.

Ketinggian itu tidak dapat dijangkau oleh roket-roket kecil yang digunakan oleh para pemberontak untuk menembak jatuh helikopter dan pesawat militer Ukraina yang terbang rendah, namun dapat dicapai oleh rudal SA-11 era Soviet yang menurut para pejabat Ukraina telah dipasok Rusia untuk para pemberontak.

Hilangnya MH-17 merupakan bencana kedua bagi Malaysia Airlines tahun ini, menyusul misteri hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan MH-370 pada Maret dengan 239 penumpang dan awak di dalamnya dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

"Ini hari yang tragis, dalam tahun yang sudah tragis, untuk Malaysia," ujar Najib.

Para kerabat penumpang berkumpul di bandar udara Kuala Lumpur Jumat pagi, meminta informasi, khususnya konfirmasi mengenai mereka yang ada dalam pesawat.

"Kami ingin mengetahui daftar itu. Daftar, itu saja," menurut seorang pria pada wartawan, mengacu pada daftar penumpang. (Reuters)

XS
SM
MD
LG