Tautan-tautan Akses

Wapres Boediono Mencoblos di TPS 102 Sawitsari Yogya

  • Munarsih Sahana

Wapres Boediono dan Ibu Herawati mencoblos di TPS Sawitsari Sleman, Yogyakarta, Rabu, 9 Juli 2014 (Foto: VOA/Munarsih).

Wapres Boediono dan Ibu Herawati mencoblos di TPS Sawitsari Sleman, Yogyakarta, Rabu, 9 Juli 2014 (Foto: VOA/Munarsih).

Wakil Presiden Boediono beserta ibu Herawati Boediono, Rabu (9/7) menggunakan haknya mencoblos pada pemilihan presiden di TPS 102 Sawitsari, Depok, wilayah Sleman, Yogyakarta.

Sekitar pukul Sembilan Rabu pagi (9/7), wakil presiden Boediono dan istrinya Herawati Boediono melakukan pencoblosan di TPS 102 Sawitsari Depok Sleman, Yogyakarta sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selesai melakukan pencoblosan, Wakil Presiden Boediono menjawab pertanyaan para wartawan dengan singkat, bahwa menurut pengamatannya, pemilihan presiden relatif aman dan terkendali.

Di TPS 102, dengan 294 pemilih, sebanyak 220 pemilih melakukan pencoblosan, hasilnya 92 memilih pasangan Prabowo-Hatta dan 126 memilih pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Menurut Ketua KPPS TPS 102 Sardiono, pelayanan kepada wakil presiden dan isteri sama dengan ketika keduanya melakukan pencoblosan pada pemilihan legislatif bulan April lalu. Yaitu, sesuai jadwal kedatangan sekitar pukul sembilan maka wakil presiden dan isterinya diberi nomor urut 24 dan 25.

"Sekitar nomor 24 dan 25 gitu dan begitu beliau datang langsung kita panggil. Pelayanan jalan terus, pendaftaran sampai urutan 23, jadi nomor 24 dan 25 kita kosongi. Begitu ada yang mendaftar lagi ya nomor berikutnya, terus saja,” jelas Sardiono.

Karena itu, warga Sawitsari yang mendapatkan nomor urut 1 hingga 23 harus mengikuti prosedur keamanan yaitu pemeriksaan dengan metal detector ketika memasuki area TPS 102.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 bersama permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas beserta para putrinya melaksanakan pencoblosan di PTS 09 yang berada di Magangan komplek Kraton Yogyakarta yang merupakan kediaman Sultan dan keluarganya.

Sultan menyampaikan harapan agar semua warga menggunakan haknya untuk mencoblos di TPS dan menghasilkan presiden yang lebih baik.

"Harapannya harus lebih baik daripada yang kemarin. Asparasi seluruh masyarakat toh berbeda-beda. Sekarang konsentrasi saja masyarakat pada datang berbondong-bondong ke TPS, sudah begitu saja,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10.

Sementara itu Kapolda DIY Brigjen Polisi Haka Astana mengatakan, aparat kepolisian masih akan melakukan pengamanan paska pencoblosan. Ia berkoordinasi dengan Tim Pemenangan kedua capres-cawapres untuk mengendalikan para pendukungnya agar tidak terjadi konflik terbuka di lapangan.

"Selain yang di TPS kami juga ada anggota Polri yang dibantu TNI sejak kemarin terus melaksanakan kegiatan patroli-patroli di tempat-tempat yang kita anggap potensi untuk terjadinya konsentrasi-konsentrasi dari para pendukung (kedua pasangan capres-cawapres) ya kita preventif ya menyampaikan melalui timses, komunikasi, apa yang selalu saya sampaikan kalau nanti quick count sudah ada, nek menang ojo umuk nek kalah ojo ngamuk (kalau menang jangan sombong dan kalau kalah jangan mengamuk),” kata Kapolda DIY Brigjen Polisi Haka Astana.

Hasil evaluasi Bawaslu Daerah IstimewaYogyakarta, pada pelaksanaan pemilihan presiden 2014 tidak terjadi kecurangan atau masalah yang berarti. Namun, hari Kamis (10/7) akan dilakukan pemilihan ulang di TPS 03 di wilayah kecamatan Girimulyo kabupaten Kulonprogo.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG