Tautan-tautan Akses

8 Penipu Curi Jutaan Dolar dari Sejumlah Perusahaan Besar


Kejahatan finansial telah mendunia lebih cepat dan lebih efisien dibanding upaya penegak hukum yang berupaya melawannya (foto: ilustrasi).

Kejahatan finansial telah mendunia lebih cepat dan lebih efisien dibanding upaya penegak hukum yang berupaya melawannya (foto: ilustrasi).

Delapan imigran dari Eropa diduga berkomplot menipu sejumlah perusahaan multinasional terkenal hingga jutaan dolar.

Melihat kantor bengkel yang suram, yang terletak tidak jauh dari Laut Tengah ini, tidak terbayang akan muncul operasi penipuan besar-besaran. Tetapi dari tempat ini, delapan imigran dari Eropa diduga berkomplot menipu sejumlah perusahaan multinasional terkenal hingga jutaan dolar.

Sebagian imigran itu berbicara dalam bahasa Perancis, lainnya dengan bahasa Italia. Menggunakan kemampuan bahasa dan kemahiran atas praktek-praktek bisnis di Eropa, mereka menelpon beberapa staf perusahaan-perusahaan besar Eropa, memperkenalkan diri mereka sebagai eksekutif perusahaan dan memperdaya mereka supaya mengirim sejumlah besar uang ke rekening-rekening bank yang mereka kuasai, ujar polisi. di antara perusahaan-perusahaan yang menjadi target mereka – menurut polisi dan kuasa hukum para tersangka – adalah KIA Motors, Hugo Boss dan Chanel.

Menurut FBI, ini merupakan cara penipuan klasik “CEO palsu” atau “presiden palsu” yang digunakan para penjahat yang telah merampok sekitar 1,8 milyar dolar dari sejumlah perusahaan dalam waktu dua tahun. Sebagian besar dari delapan tersangka dalam kasus terbaru ini telah dipenjara atau dikenai tahanan rumah.

Tetapi tersangka utama yang menciptakan cara penipuan itu dan mengilhami sejumlah peniru di seluruh dunia, yaitu penipu Perancis-Israel Gilbert Chikli belum tertangkap.

Chikli masih bebas, tinggal di vila mewah di kota pantai di Israel, sementara para pejabat Perancis berupaya menyeretnya ke pengadilan untuk diadili atas sejumlah besar penipuan di mana ia sebelumnya telah dinyatakan bersalah.

“Jika mereka punya masalah, mereka bisa menemui saya. Mereka tahu alamat saya. Saya tidak melarikan diri,” ujar Chikli kepada kantor berita Associated Press melalui telepon.

“Sampaikan salam saya”, tambahnya.

Kasus ini menunjukkan bagaimana kejahatan-kejahatan finansial telah mendunia lebih cepat dan lebih efisien dibanding upaya penegak hukum yang berupaya melawannya.

Chikli diekstradisi dari Israel ke Perancis tahun 2008 karena menipu HSBC, Thomson, Accenture dan perusahaan-perusahaan lain sebesar 6,1 juta euro dan berupaya mencuri sekitar 70 juta euro dari sedikitnya 33 perusahaan lain. Tetapi tahun 2009, Chikli mengatakan ia menyewa pesawat pribadi dan terbang kembali ke Israel.

Pada bulan Mei 2015 pengadilan Perancis menjatuhkan vonis in absentia tujuh tahun penjara. Sementara Chikli terus bersenang-senang di kolam renang pribadinya.

Kementerian Kehakiman Perancis telah menyampaikan dua permintaan kepada Israel untuk menangkap Chikli. Permintaan pertama disampaikan setelah ia lolos dari penuntutan di Perancis. Permintaan kedua disampaikan Januari lalu, demikian menurut salinan permintaan Interpol yang diperoleh Associated Press.

Meskipun demikian pejabat-pejabat Israel masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menangkap Chikli, bahkan ketika mereka menuntut para peniru Chikli yang melalukan kejahatan serupa. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG