Tautan-tautan Akses

Menhan AS: 2011 Titik Menentukan dalam Perang di Afghanistan


Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta tiba di Kabul dalam kunjungan mendadak ke Afghanistan (13/12).

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta tiba di Kabul dalam kunjungan mendadak ke Afghanistan (13/12).

Menhan AS Leon Panetta tiba di Kabul hari Selasa (13/12) untuk bertemu para komandan militer Amerika dan para pejabat Afghanistan.

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta berada di Afghanistan untuk memeriksa kemajuan upaya-upaya menumpas pemberontakan yang dipimpin Amerika, yang menurutnya mencapai “titik menentukan” tahun ini, setelah satu dasawarsa memerangi Taliban.

Panetta tiba di Kabul hari Selasa untuk bertemu para komandan militer Amerika dan para pejabat Afghanistan. Dalam penerbangan menuju ibukota Afghanistan, ia mengatakan kepada wartawan bahwa militer dan polisi Afghanistan lebih siap untuk mengambil tanggungjawab mengamankan negara, sementara pasukan NATO yang dipimpin Amerika ditarik bertahap.

Presiden Amerika Barack Obama mengeluarkan perintah pada tahun ini mengenai penarikan 10 ribu tentara Amerika sebelum akhir 2011, dan penarikan 23 ribu lainnya sebelum Oktober tahun depan. NATO berencana melanjutkan penyerahan kontrol keamanan atas provinsi-provinsi Afghanistan kepada pasukan Afghanistan pada periode tersebut.

Tetapi proses transisi itu menjadi rumit karena memburuknya hubungan Amerika dengan Pakistan, yang perbatasannya dengan Afghanistan menjadi tempat persembunyian Taliban dan militan al-Qaida yang menyerang tentara NATO dan Afghanistan.

Dalam pernyataannya kepada media, Panetta menyatakan Amerika tidak dapat menang dalam perang di Afghanistan tanpa menjaga hubungan baik dengan Pakistan. Ia mengatakan komandan tertinggi Amerika di Afghanistan, Jenderal John Allen, telah mendekati para komandan Pakistan dalam upaya membangun kembali kerjasama keamanan lintas perbatasan.

Pakistan melarang NATO menggunakan perlintasan perbatasan Pakistan untuk mengirim logistik ke Afghanistan, bulan lalu, sebagai pembalasan atas serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan di perbatasan. NATO menyatakan pesawatnya sedang berusaha menyerang militan dan menyangkal tuduhan Pakistan bahwa pesawat itu sengaja menarget tentara Pakistan.

Pakistan telah mengambil langkah-langkah hukuman lainnya sebagai tanggapan atas insiden 26 November lalu, termasuk di antaranya memerintahkan militer Amerika agar mengosongkan sebuah pangkalan udara Paksitan yang melayani pesawat-pesawat tak berawak Amerika yang terlibat dalam penyerangan terhadap militer di kawasan perbatasan.

XS
SM
MD
LG