Tautan-tautan Akses

Jumlah Korban Serangan atas Kaum Syi’ah di Afghanistan Jadi 80 Tewas


Presiden Afghanistan, Hamid Karzai berbicara dengan seorang korban luka-luka dalam serangan pada hari raya Ashura di Kabul.

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai berbicara dengan seorang korban luka-luka dalam serangan pada hari raya Ashura di Kabul.

Korban serangan bunuh diri dekat tempat suci Syiah di Kabul saat peringatan hari Ashura itu lebih tinggi dari yang semula dilaporkan.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan, kerusuhan sektarian Selasa lalu terhadap golongan minoritas Syi’ah di negara itu, menewaskan setidaknya 80 orang, jauh lebih tinggi daripada yang semula dilaporkan, 59 orang.

Dalam pidato hari Minggu di Kabul, Karzai mengatakan, ia mengetahui jumlah korban terbaru itu Minggu pagi dan menuduh pemboman itu dilakukan orang-orang yang berusaha merongrong perdamaian di Afghanistan.

Dalam serangan paling maut tanggal 6 Desember itu, pembom meledakkan diri dekat tempat suci di Kabul, memperingati hari suci Ashura, sementara ledakan yang lebih kecil terjadi dekat tempat suci Syi’ah di kota Mazar-e-Sharif, Afghanistan utara.

Pihak berwenang semula mengumumkan jumlah korban 55 di Kabul dan empat di Mazar-e-Sharif. Tidak jelas apakah 80 kematian yang dilaporkan Karzai mencakup orang-orang yang tewas hanya di tempat suci di Kabul atau di kedua kota.

Kelompok militan berbasis di Pakistan, Lashkar-e-Jhangvi menyatakan bertanggungjawab atas serangan di Kabul, meningkatkan kekhawatiran kemungkinan bertambahnya kekerasan antara kaum Sunni dan Syi’ah di Afghanistan, sebagaimana lazim terjadi di Pakistan dan Irak.

Dutabesar Amerika untuk Afghanistan Ryan Crocker hari Sabtu mengatakan ia tidak berharap pemboman Asyura akan memicu konflik sektarian, karena pemimpin Syiah Afghanistan telah menyerukan agar kaumnya tenang.

Gerakan militan Sunni Taliban Afghanistan mengeluarkan pernyataan lain hari Minggu mengecam serangan-serangan itu. Dalam kekerasan lain, NATO mengatakan serangan bom menewaskan dua tentaranya di Afghanistan timur hari Minggu. NATO tidak mengungkap kewarganegaraan mereka.

XS
SM
MD
LG