Tautan-tautan Akses

Lebih 40 Orang Tewas akibat Bom Bunuh Diri di Pakistan Barat Laut

  • Ayaz Gul
  • Wita Sholhead

Petugas medis Pakistan membawa korban luka-luka akibat pemboman ke sebuah rumah sakit di Peshawar, Pakistan, Sabtu.

Petugas medis Pakistan membawa korban luka-luka akibat pemboman ke sebuah rumah sakit di Peshawar, Pakistan, Sabtu.

Polisi mengatakan serangan itu terjadi di daerah kesukuan Bajur di pusat pendistribusian makanan oleh Program Pangan Dunia PBB.

Pihak berwenang di Pakistan barat laut mengatakan serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 40 orang dan mencederai puluhan lainnya. Serangan itu dilakukan sehari setelah pemberontak Taliban melancarkan serangan-serangan terkoordinir terhadap pasukan keamanan di distrik yang bertetangga yang mengakibatkan 11 tentara dan 24 anggota kelompok militant tewas

Serangan bom bunuh diri terjadi di kota Khar, pusat administratif distrik Bajaur di perbatasan dengan Afghanistan. Daerah itu terletak dekat perbatasan Afghanistan, di sebuah daerah yang kata para pejabat Amerika adalah tempat persembunyian militan Taliban dan al-Qaida.

Para saksi mengatakan ledakan bom yang sangat kuat serta merta menewaskan lebih dari 30 orang, sementara lainnya tewas di rumah sakit milik pemerintah akibat luka-luka mereka.

Pelaku pemboman menyerang kerumunan orang yang sedang mengantri bantuan dari Program Pangan Dunia.

Pelaku pemboman menyerang kerumunan orang yang sedang mengantri bantuan dari Program Pangan Dunia.

Pelaku pemboman menyerang kerumunan orang yang sedang menerima bantuan dari fasilitas distribusi Program Pangan Dunia (WFP) yang dibangun untuk membantu para keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran.

Juru bicara WFP di Pakistan, Amjad Jamal, mengatakan tidak ada anggota stafnya yang cedera dalam serangan itu. Kebanyakan korban adalah dari keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik. Mereka disebut pengungsi dalam negeri. Ia mengatakan bom itu diledakkan di sebagian wilayah utama di mana orang dipindai untuk pemeriksaan keamanan.

Jamal mengatakan, “Ini adalah tempat pembagian pangan yang kami dirikan bagi pengungsi dalam negeri yang baru-baru ini kembali ke rumah mereka dari kamp-kamp pengungsi. Dua sampai tiga ratus orang antri dan mereka diberi kupon makanan untuk mendapatkan jatah yang diberi WFP bagi wilayah itu.”

Serangan bom itu dilakukan sehari setelah terjadi bentrokan antara pemberontak Taliban Pakistan dengan pasukan keamanan di distrik Mohmad yang bertetangga, mengakibatkan 11 tentara dan 24 anggota kelompok militan itu tewas.

Militer Pakistan meningkatkan serangkaian serangan anti-pemberontak untuk membersihkan wilayah Bajaur dan Mohmad dari kelompok militan.

Pihak berwenang mengatakan serangan-serangan militer itu menewaskan ratusan anggota kelompok militan dan mengepung kubu mereka. Tetapi para analis keamanan mengatakan dengan meningkatkan serangan mereka, para pemberontak memperlihatkan kemampuan untuk menyerang balik di kedua distrik perbatasan itu.

Mayor Jenderal Athar Abbas, jurubicara militer Pakistan

Mayor Jenderal Athar Abbas, jurubicara militer Pakistan

Operasi-operasi anti-pemberontak mengakibatkan ribuan keluarga Pakistan kehilangan tempat tinggal, tetapi sebagian besar dari mereka telah kembali ke rumah mereka dalam beberapa bulan belakangan.

Berbicara kepada VOA, juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Atthar Abbas, mengatakan kelompok militan menyerang pengungsi di Provinsi Kunar, Afghanistan timur setelah melarikan diri dari operasi-operasi anti-pemberontak di kedua distrik itu.

Abbas mengatakan kelompok militan menggunakan kamp-kamp pengungsi ini untuk melancarkan serangan di Pakistan dan pasukan keamanan tidak dapat menghentikan kegiatan-kegiatan lintas perbatasan itu.

Pasukan Afghanistan dan koalisi yang dipimpin Amerika ditempatkan di perbatasan Afghanistan untuk memerangi kelompok militan Taliban.





XS
SM
MD
LG