Tautan-tautan Akses

AS akan Lanjutkan Kerjasama dengan Pakistan dan Komitmen Bangun Afghanistan

  • David Gollust

President AS, Barack Obama saat menerima Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari di Gedung Putih (foto: dok.). Menlu Clinton berharap kerjasama AS-Pakistan akan terus ditingkatkan dalam perang melawan teror.

President AS, Barack Obama saat menerima Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari di Gedung Putih (foto: dok.). Menlu Clinton berharap kerjasama AS-Pakistan akan terus ditingkatkan dalam perang melawan teror.

Menlu Clinton mengatakan kemitraan regional termasuk kerjasama erat Amerika dan Pakistan akan memberi "tekanan yang belum pernah terjadi" pada al-Qaida dan para pemimpinnya.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menekankan perlunya kerjasama yang terus-menerus dalam bidang keamanan antara Amerika-Pakistan setelah pembunuhan Osama bin Laden oleh pasukan Amerika di dekat Islamabad. Clinton juga mengatakan itu kepada Taliban bahwa mereka tidak bisa mengalahkan atau menunggu sampai pasukan Amerika dan sekutu keluar dari Afghanistan.

Pembunuhan Bin Laden oleh tim militer Amerika di wilayah Pakistan menciptakan kepekaan baru dalam hubungan yang kompleks, dan dalam komentar publik pertamanya terhadap masalah ini, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menekankan perlunya kemitraan berkelanjutan antara Amerika dan Pakistan.

Sementara menghindari untuk menyebutkan kerjasama Amerika-Pakistan, jika pun ada, dalam operasi tim elit Amerika Navy Seal, Menlu Clinton mengatakan kemitraan regional termasuk kerjasama erat Amerika dan Pakistan akan memberi "tekanan yang belum pernah terjadi" pada al-Qaida dan para pemimpinnya.

Menurutnya, kelanjutan kerjasama di masa depan akan sama pentingnya, karena pertempuran dengan "sindikat teror" al-Qaida tidak akan berakhir dengan kematian bin Laden. Ia mengatakan, "Bin Laden juga menyatakan perang terhadap Pakistan. Dia telah memerintahkan pembunuhan terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak Pakistan. Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama antara kedua pemerintah, militer, dan lembaga penegakan hukum telah meningkatkan tekanan pada al-Qaida dan Taliban. Kemajuan ini harus diteruskan. Dan kami bertekad melanjutkan kemitraan kami ini."

Menlu AS Hillary Rodham Clinton berbicara soal hubungan AS dengan Pakistan dan Afghanistan pasca Bin Laden (2/5).

Menlu AS Hillary Rodham Clinton berbicara soal hubungan AS dengan Pakistan dan Afghanistan pasca Bin Laden (2/5).

Clinton menambahkan, Amerika dan sekutu-sekutunya akan terus memburu al-Qaida dan sekutu Talibannya di Afghanistan sambil berusaha membangun pemerintahan yang lebih kuat di Kabul.

Dia menyampaikan pesan kepada Taliban mengenai perkembangan terakhir ini bahwa mereka harus mengakhiri hubungannya dengan kegiatan teroris dan bergabung dengan pemerintah di Kabul dan ikut dalam proses politik di Afghanistan.

"Kami mendukung proses politik yang dipimpin Afghanistan yang bertujuan untuk mengisolasi al-Qaida dan mengakhiri pemberontakan. Pesan kami kepada Taliban tetap sama. Tapi hari ini, pesan itu lebih kuat. Kalian tidak bisa menunggu kami pergi. Kalian tidak bisa mengalahkan kami. Tapi kalian bisa membuat pilihan untuk meninggalkan al-Qaida dan ikut dalam proses politik yang damai," ujar Clinton.

Menlu Clinton mencatat kematian bin Laden terjadi di tengah pergolakan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara, di mana pengunjuk rasa demokrasi menolak "ide-ide ekstrimis" dan mencari penyelesaian damai berdasarkan hak-hak universal. Tambahnya, tidak ada teguran yang lebih baik untuk al-Qaida dan ideologi kejinya.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan perjalanan di seluruh dunia, memperingatkan warga Amerika di luar negeri akan "potensi" kekerasan anti-Amerika setelah pembunuhan bin Laden. Peringatan itu mendesak warga Amerika untuk membatasi perjalanan ke luar rumah atau hotel dan menghindari kerumunan-kerumunan dan demonstrasi massa.

XS
SM
MD
LG