Tautan-tautan Akses

Kematian Bin Laden Raih Reaksi Beragam di Afrika

  • Scott Stearns

Warga Kenya di Nairobi menyaksikan Presiden Obama mengumumkan kematian Bin Laden, Senin (2/5).

Warga Kenya di Nairobi menyaksikan Presiden Obama mengumumkan kematian Bin Laden, Senin (2/5).

Ada reaksi campur aduk di Afrika berkaitan dengan tewasnya pemimpin al-Qaida, Osama Bin Laden.

Osama bin Laden mengotaki serangan mematikan di Kenya dan Tanzania tahun 1998, yang mengoyak Kedutaan Besar AS di kedua negara tersebut dan menewaskan 224 orang.

Presiden Kenya Mwai Kibaki mengatakan kematian pemimpin al-Qaida merupakan sebagai tercapainya keadilan bagi korban pemboman di Nairobi. Kibaki memuji semua yang terlibat dalam melacak dan membunuh bin Laden.

Di Moroko, pemerintah meyalahkan kelompok yang terkait Al-Qaida atas pemboman di Marakesh pekan lalu. Menteri Penerangan Khalid Naciri mengatakan seluruh dunia menderita karena tindakan bin Laden dan organisasi yang didirikannya. Naciri mengatakan rakyat Maroko sama sekali tidak bisa membenarkan pembunuhan terhadap orang-orang tak bersalah dan mereka yang mengganggu stabilitas hubungan internasional.

Sementara di Afrika Selatan, pemerintah setempat bereaksi dengan hati-hati terhadap berita tersebut dengan pernyataan singkat yang mengutip pernyataan Presiden Barack Obama mengenai pembunuhan tersebut. Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional menegaskan kembali dukungan Afrika Selatan dalam “membendung setan terorisme dalam segala wujudnya” melalui apa yang disebutnya ”sistem pemerintahan global multilateral”.

Di Nigeria, konsultan keamanan Evawere Oyede mengatakan reaksi terhadap kematian bin Laden beragam. Ia mengatakan, “Sebagian orang yang melihat ini menjadi lega. Sebagian lainnya melihat Osama sebagai orang yang mencoba melawan dunia barat. Banyak orang menilai Osama sebagai pahlawan. Bahwa Amerika dengan semua kemampuan intelijennya tidak bisa menangkap orang ini hampir sepuluh tahun ini.”

Pengusaha asal Nigeria, Andrew Ejiro Cross mengatakan kematian bin Laden sangat disesalkan karena pemerintah Obama seharusnya meringkusnya dan mengadili bin Laden terlebih dahulu. Cross mengatakan Amerika bersalah atas eksekusi itu setelah menggunakan bin Laden melawan Uni Soviet di Afghanistan dulu. “Osama bin Laden dulunya adalah pengusaha yang mencari keuntungan. Amerika memanfaatkan dia. Setelah bekerjasama, sekarang dia dibunuh. Apa untungnya membunuh Bin Laden? Sekali Amerika membenci orang, negara itu akan memastikan orang itu mati," ujarnya.

Pemerintah Uganda menyambut kematian Bin Laden sebagai peristiwa penting dan juru bicara Fred Opolot berjanji bahwa pasukan Uganda yang bergabung dengan pasukan Uni Afrika di Somalia akan terus memerangi milisi Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaida.

Juru bicara Al-Shabaab mengancam akan melakukan serangan balasan atas kematian bin Laden. Pihak berwenang Kenya mengatakan sedang memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan dengan Somalia.

XS
SM
MD
LG