Tautan-tautan Akses

Aktivis dan Pasukan Suriah Saling Tuding Setelah Serangan Maut


Polisi Suriah berjaga-jaga di kota Dara'a, Selasa (22/3).
Polisi Suriah berjaga-jaga di kota Dara'a, Selasa (22/3).

Kantor berita pemerintah Suriah menyebut sebuah gerombolan bersenjata bertanggung jawab atas serangan, bertentangan dengan klaim aktivis dan saksi mata.

Para aktivis HAM di Suriah mengatakan pasukan keamanan melakukan serangan maut dekat sebuah masjid tempat para demonstran anti-pemerintah berkumpul. Tapi, media pemerintah mengatakan segerombolan bersenjata sebagai pelaku kekerasan di kota Dara'a, Suriah selatan, Rabu pagi.

Kantor berita pemerintah Suriah (SANA) mengutip sebuah sumber resmi mengatakan gerombolan tersebut menyerang sebuah ambulan dekat masjid Omari di Dara'a, menewaskan seorang dokter, seorang petugas medis dan seorang supir. Laporan tersebut mengatakan pasukan keamanan menghadapi para penyerang dan memukul dan menangkap sebagian dari mereka. Seorang anggota pasukan keamanan juga dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Tetapi, para aktivis HAM dan penduduk mengatakan pasukan keamanan pemerintah menewaskan enam orang setelah melepaskan tembakan dekat masjid, di mana para demonstran yang menuntut reformasi politik telah berkumpul selama enam hari terakhir ini.

Pasukan keamanan menewaskan empat demonstran di Dara'a, ketika demonstrasi pecah pada hari Jumat. Seorang demonstran lagi tewas, Minggu, dan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia, Senin, setelah menghirup gas airmata.

Dalam upaya mengekang kerusuhan, Presiden Suriah Bashar al-Assad pada hari Selasa memecat gubernur provinsi Dara'a. Tetapi, pemecatannya gagal meredakan kemarahan orang banyak sementara demonstrasi telah mencapai beberapa kota dekat kota Daraa.

XS
SM
MD
LG