Meskipun operasi Camar Maleo IV sudah dinyatakan berakhir, tetapi kelompok teroris Santoso masih belum tertangkap. Untuk itu polisi menyatakan telah mempersiapkan operasi baru untuk terus mengejar kelompok yang meresahkan masyarakat itu.
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Poso, Sulawesi Tengah hari Rabu (9/12) berjalan lancar tanpa gangguan keamanan berarti sebagaimana yang dikhawatirkan aparat keamanan.
Kepolisian Resor Poso, Sulawesi Tengah meminta tambahan 100 personil Brimob dari Jakarta untuk membantu mengamankan pemilihan kepala daerah atau pilkada yang akan dilangsungkan serentak tanggal 9 Desember.
Guna mencegah warga Poso terpengaruh radikalisasi kelompok teroris, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT mendorong kewirausahaan warga.
Sepuluh personil TNI yang sedang melakukan patrol di dalam hutan di Poso Pesisir Utara akhir pekan lalu diserang kelompok teroris. Sedikitnya satu tentara tewas dalam insiden itu.
Sudah sejak lama penggunaan pupuk kimia ditengarai bukannya menyuburkan lahan, melainkan menurunkan kualitas lahan menghasilkan pangan yang sehat, dan tak jarang justru merusak lingkungan.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti optimis pelaksanaan Operasi Camar Maleo IV oleh personil polisi di Poso, Sulawesi Tengah bisa mengakhiri jaringan kelompok teroris Santoso. Pengerahan personel Polri dan TNI dalam operasi pencarian kelompok itu dinilai telah mencapai perkembangan yang signifikan.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam kunjungan selama 2 jam di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Jumat (18/9) berharap penanganan terhadap kelompok teroris di Poso dapat selesai tahun ini.
Pihak Kepolisian di Poso Sulawesi Tengah mengamankan dua pucuk senjata api organik, tiga buah bom rakitan dan 200 butir amunisi dalam kegiatan Olah TKP di dusun Gayatri Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir.
Warga masyarakat di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah menilai pelaksanaan Latihan PPRC TNI berdampak terhadap meningkatnya rasa aman warga dari ancaman aksi kelompok teroris.
Dari analisis TNI berdasarkan hasil penjejakan di lokasi itu memperkirakan lokasi tersebut telah ditinggalkan oleh kelompok bersenjata tiga hingga empat hari sebelum dimulainya latihan PPRC TNI, 31 Maret 2015 silam.
Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen Bambang Haryanto mengatakan TNI berusaha memberikan penyadaran kepada kelompok masyarakat yang menjadi simpatisan dan pendukung kelompok teroris Poso.
Selain pelaksanaan latihan perang pada Selasa pagi itu, TNI juga menggelar kegiatan pembinaan teritorial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako bagi seribu lima ratus warga masyarakat.
Kepala Kepolisian Resort Poso AKBP Ronny Suseno memastikan Polisi untuk sementara waktu tidak memperpanjang pelaksanaan Operasi Camar Maleo yang berakhir pada Kamis 26 Maret 2015.
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan enam warga Poso yang diduga terkait dengan jaringan teroris pimpinan Santoso, telah ditangkap dalam Operasi Camar Maleo sepanjang Maret 2015.
Mabes Polri memberikan dukungan penuh terhadap Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dalam upaya pencarian kelompok teroris yang hingga masih dilakukan oleh Polri.
Penangkapan itu dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan dari kelompok teroris tersebut.
Komnas HAM mendesak pemerintah pusat segera turun tangan bagi pemulihan rasa aman warga Poso yang diliputi ketakutan terkait keberadaan kelompok bersenjata yang hingga kini belum tertangkap.
Panglima Daerah Militer VII/ Wirabuana Mayjend Bachtiar, Rabu 4 Februari 2015 meninjau perkembangan situasi keamanan di Poso Sulawesi Tengah, khususnya di desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Aparat keamanan TNI Polri di Poso, Sulawesi Tengah pada Senin 26 Januari 2015 berhasil menyelamatkan 3 petani warga desa Tangkura yang menjadi sasaran penembakan oleh sekelompok orang bersenjata.
Tunjukkan lebih banyak