Tautan-tautan Akses

Zat Ganja Menjanjikan Sebagai Obat Psikotik


Tanaman ganja di pameran Green Goat Family Farms, di Long Beach, California, 28 September 2017.

Tes klinis terhadap sebuah zat yang terkandung pada ganja, yang disebut cannabidiol atau CBD, menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai pengobatan baru untuk mengobati psikosis, kantor berita Reuters melaporkan.

Psikosis adalah kelainan kejiwaan yang ditandai dengan kegelisahan, paranoia dan halusinasi.

Dalam sebuah riset yang melibatkan 88 penderita psikosis, suatu para ilmuwan menemukan, pasien yang diobati dengan CBD memiliki gejala-gejala psikosis yang lebih rendah, dibandingkan mereka yang menerima pengobatan plasebo.

Mereka juga lebih berpeluang untuk dinilai “ada kemajuan” oleh psikiater mereka, menurut hasil studi tersebut. Selain itu, ada juga perbaikan fungsi dan kinerja kognitif.

Bahan aktif dalam yang ditemukan dalam ganja adalah delta-9-tetrahydrocannabinol, atau THC. Zat aktif ini bisa mengurangi gejala paranoia, kegelisahan dan gejala-gejala lainnya yang kurang menyenangkan.

Namun bahan keduanya, CBD, memiliki efek yang sebaliknya dengan THC. Ini membuat para ilmuwan berpikir, mungkin suatu kali akan berguna untuk mengobati kesehatan jiwa.

Para ilmuwan dari King’s College London’s Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, mengadakan percobaan CBD pada pasien dengan psikosis dan menerbitkan hasil temuan mereka di American Journal of Psychiatry.

Dalam percobaan tersebut, sebanyak 88 pasien menerima CBD atau placebo selama enam minggu, bersama dengan obat-obatan antipsikotik. Sebelum dan setelah percobaa, para ilmuwan menilai gejala-gejala, kinerja fungsi dan kognitif pasien. Dan kemudian, psikiater masing-masing pasien menilai kondisi mereka keseluruhan.

“Hasil studi mengindikasikan CBD mungkin efektif mengobati psikosis. Pasien yang menerima pengobatan CBD menunjukkan berkurangnya gejala dan psikiater yang merawat mereka menilai kondisi mereka secara keseluruhan membaik,” kata Phillip McGuire, yang ikut memimpin percobaan.

Dia mencatat para pasien dalam percobaan juga melaporkan sedikit sekali efek samping. Dia menambahkan: “Walaupun masih belum jelas bagaimana CBD bekerja, zat ini beraksi terhadap pengobatan antipsikotik dengan cara yang berbeda, dan ini bisa mewakili pengobatan jenis baru.” [fw/au]

XS
SM
MD
LG