Tautan-tautan Akses

WHO, UNICEF: 130 Negara Belum Lakukan Vaksinasi COVID-19


Seorang petugas kesehatan dan polisi membawa vaksin COVID-19 AstraZeneca / Oxford memasuki gubuk tradisional di Cagar Pembangunan Berkelanjutan Tupe, tepi sungai Negro di Manaus, Brazil, 9 Februari 2021.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-anak PBB (UNICEF) meminta produksi vaksin COVID-19 ditingkatkan dan pendistribusian vaksin itu secara adil sekaligus memperingatkan bahwa peluncuran global sangat tidak merata.

“Dari 128 juta dosis vaksin yang diberikan sejauh ini, lebih dari tiga perempat vaksinasi itu hanya terdapat di 10 negara, yang menyumbang 60% dari PDB global,” kata Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore, Rabu (10/2), dalam pernyataan bersama. “Sampai hari ini, hampir 130 negara dengan 2,5 miliar penduduk, belum memberikan satu pun dosis vaksin.”

Seorang nakes mempersiapkan suntikan vaksin COVID-19 di Surabaya, 8 Februari 2021.
Seorang nakes mempersiapkan suntikan vaksin COVID-19 di Surabaya, 8 Februari 2021.


Jika berlanjut, mereka memperingatkan, “ini akan menelan korban jiwa dan mata pencaharian,” serta menciptakan kondisi bagi virus untuk bermutasi kemudian menjadi kebal terhadap vaksin. Pemulihan ekonomi global juga akan berlangsung lambat.

Kedua pejabat mendesak pemerintah agar mempertimbangkan upaya “melampaui perbatasan mereka” dan merancang strategi vaksinasi yang akan mengakhiri pandemi juga membatasi munculnya varian baru.

Seorang tentara sedang disuntik vaksin Covid-19 di sebuah puskesmas di Lambaro, Aceh, Senin, 18 Januari 2021. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP)
Seorang tentara sedang disuntik vaksin Covid-19 di sebuah puskesmas di Lambaro, Aceh, Senin, 18 Januari 2021. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP)

UNICEF dan WHO merekomendasikan semua negara terlebih dulu mengimunisasi para petugas kesehatan garis depan dan mereka yang rentan. Kepala WHO dan UNICEF itu juga mengimbau produsen vaksin untuk mengalokasikan secara adil pasokan yang terbatas dan mengalihkan teknologi ke produsen lain supaya mereka dapat membantu meningkatkan pasokan global.

“COVID-19 menunjukkan bahwa nasib kita saling terkait erat,” kata mereka. "Apakah kita berhasil menang atau kalah, kita akan melakukannya bersama." [mg/ka]

XS
SM
MD
LG