Tautan-tautan Akses

AS

Warga Texas Tolak Lepaskan Tanah untuk Tembok Perbatasan


Papan yang didirikan oleh warga Brownsville, Texas, Pamela Taylor di luar tanahnya untuk memprotes UU tembok keamanan 2006. Walaupun ia memilih Trump pada pilpres 2016, ia tidak setuju dengan pembangunan tembok perbatasan. (R. Taylor/VOA)

Sementara Presiden Donald Trump terus mencari pendanaan untuk mendirikan tembok perbatasan yang diusulkannya, Kementerian Keamanan Dalam Negeri telah menetapkan kawasan-kawasan “prioritas tinggi’” termasuk Lembah Rio Grande di Texas.

Namun para pemilik tanah di sana tidak asing lagi dengan undang-undang yang disebut eminent-domain, yang memberikan hak kepada pemerintah untuk mendapatkan tanah swasta demi “keamanan nasional,” dan bersiap-siap untuk melawan.

Pamela Taylor telah tinggal di rumah yang sama di Texas Selatan sejak 1948, di atas sebidang tanah kecil milikinya di perbatasan Amerika/Meksiko. Ia tidak mau kehilangan tanah itu, namun mungkin ia akan dipaksa jika Presiden Trump mendirikan tembok perbatasan di sana.

"Berapa banyak dana yang sudah dikeluarkan untuk mendirikan pagar ini. Hasilnya tidak ada," katanya.

Taylor terang-terangan tidak menyukai pagar lama yang sudah ada di sekitar tanahnya, yang diprakarsai Presiden Bush tahun 2006. Ia mengatakan, tempat itu merupakan titik penting penyusupan imigran gelap.

Itulah mengapa Presiden Trump ingin menutup Lembah Rio Grande. Tetapi kalau tembok didirikan disana, pemerintah harus membeli tanah penduduk dengan harga wajar. Hak pemerintah untuk melakukan hal ini disebut “eminent domain.” Itu membuat warga setempat marah.

"Apa yang membuat orang berpikir mereka dapat begitu saja mengambil rumah dan tanah orang, dan hanya mengatakan “maaf, ya.” Menurut saya itu tidak dapat dibenarkan. Mereka harus mulai berpikir mengenai warga setempat sebelum melakukan apapun," tambah Taylor.

Di seluruh Texas berbagai organisasi memberikan nasihat hukum gratis kepada pemilik tanah, yang berhak menolak tawaran pemerintah. Menurut organisasi Texas Civil Rights Project, 330 surat akuisisi tanah penduduk dikeluarkan di Texas Selatan tahun 2008 untuk mendirikan pagar yang diperintahkan Presiden Bush; sampai sekarang 90 di antaranya belum beres. Kali ini, jumlahnya mungkin lebih besar.

Efren Olivares dari Texas Civil Rights Project mengatakan, "Jika semua pemilik tanah bersikap sama dan menolak tawaran pemerintah dan mengajukan kasusnya ke pengadilan, akan sangat sulit dan makan waktu lama untuk menyelesaikan kasusnya. Akan perlu waktu begitu lama sehingga mungkin kebijakan itu akan dibatalkan."

Di seluruh lembah, banyak penduduk yang khawatir kehilangan tanah mereka merasa prihatin mengenai tawaran pemerintah.

Daniel Ernesto Villareal, yang lahir dan dibesarkan di rumahnya yang sekarang sangat mencintai satwa liar. Jika pemerintah memberikan surat tawaran kepadanya, ia, sebagaimana warga Texas Selatan lain, tidak akan menerimanya begitu saja. Ia mengatakan, "Kami tidak kaya. Saya yakin kami akan tergiur oleh uang yang ditawarkan, tetapi itu tidak sebanding. Uang yang ditawarkan tidak akan sebanding dengan rasa kehilangan kami."

Ia menambahkan akan "Menolak. Kami akan menolak sampai akhir."

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG