Tautan-tautan Akses

AS

Warga Pribumi AS Berusaha Bangkitkan Kesadaran Sejarah Mereka


Patung suku Indian di halaman museum sejarah alam Amerika di Utah. (Foto: Videograb)

Pada 1990, presiden George HW Bush menyetujui sebuah resolusi yang menyatakan November sebagai Bulan Nasional Warisan Penduduk Asli Amerika. Sejak itu peringatan berlangsung setiap tahunnya pada bulan November. Reporter VOA Alex Yanevskyy mengunjungi Museum Sejarah Alam di Utah pada hari ketika warisan penduduk asli Amerika dirayakan.

Howard Rainer, warga Amerika keturunan Indian, tepatnya dari suku Taos Pueblos, mengatakan, "Berapa orang di antara kalian yang tahu berapa banyak suku Indian di Amerika Serikat? Ada 547 suku Indian. Kami adalah tuan tanah. Kami adalah penjaga lahan, lahan seluas sekitar 22 juta hektar."

Howard Rainer, warga Amerika keturunan Indian dari suku Taos Pueblos, di Museum Sejarah Alam, Utah. (Foto: Videograb)
Howard Rainer, warga Amerika keturunan Indian dari suku Taos Pueblos, di Museum Sejarah Alam, Utah. (Foto: Videograb)

Utah, salah satu negara bagian di AS yang dianugerahi keindahan alam yang melimpah, dan juga terkenal dengan keberagamannya. Delapan suku Indian yang diakui pemerintah federal hidup bersama di sana. Di antara mereka adalah Shoshone, Navajo dan Ute. Ute merupakan asal muasal mengapa negara bagian itu diberi nama Utah. Sewaktu para pendatang kulit putih tiba di Utah, banyak warga Indian dibunuh atau dipindahkan ke wilayah-wilayah suaka suku Indian.

Shirley Sowersmith dari suku Dene menceritakan pengalaman leluhurnya.

"Masa yang sangat sulit. Banyak suku Indian di berbagai penjuru Amerika menderita. Sebuah usaha dagang baru yang besar ingin memusnahkan orang-orang kami, berusaha menghancurkan kami sebagai sebuah bangsa, merenggut bahasa dan budaya kami."

Darren Perry, kepala suku Shoshone wilayah baratlaut, mengatakan banyak warga Amerika keturunan Indian kehilangan identitas mereka karena eksistensi mereka diabaikan. Ia mengatakan pesta peringatan yang diselenggarakan oleh Museum Sejarah Alam di Utah itu akan membantu membangkitkan kesadaran mengenai sejarah penduduk asli Amerika.

"Penting untuk mengakui semua keberadaan kami, semua perspektif kami, karena kami memiliki perspektif yang berbeda, dan kita bisa belajar dari satu sama lain.Saya kira sekarang pemerintah daerah mulai menyadari bahwa penduduk asli Amerika memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan,…sebuah nilai," jelas Darren Perry.

Shirley Sowermsith, Dene Nation. (Foto: Videograb)
Shirley Sowermsith, Dene Nation. (Foto: Videograb)

Sebelum pensiun, Howard Rayner adalah seorang guru. Ia melihat perubahan positif di banyak komunitas Amerika keturunan Indian. Kini, katanya, ada stasiun-stasiun radio, surat-surat kabar, dan bahkan sekolah-sekolah yang secara khusus didedikasikan untuk masyarakat keturunan Indian.

Rayner mengatakan, orang-orang Amerika keturunan Indian perlu memelihara hubungan yang kuat dengan masa lalu, serta sejarah dan tradisi mereka yang kaya, sewaktu menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Namun, salah satu masalah yang dihadapi penduduk asli Amerika adalah anggapan yang keliru. Rachel Holiday dari suku Navajo mengatakan, "Banyak pertanyaan muncul mengenai kami sebagai orang Amerika keturunan Indian, seperti 'apakah Anda masih tinggal di tenda?', 'apakah kalian masih menggembala bison?' Saya tahu mereka tidak bermaksud mempermalukan kami atau bermaksud buruk. Mereka tidak paham saja."

Holiday mengatakan, keadaan ini tercipta sebagian karena bagaimana sejarah penduduk Amerika diajarkan di sekolah-sekolah Amerika.Ia dan banyak orang dari suku Indian lainnya berharap dengan berbagi kebudayaan dan sejarah mereka, persepsi itu akan berubah. [ab/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG