Tautan-tautan Akses

AS

Warga Muslim AS Khawatir Meningkatnya Sentimen Anti Islam


Suasana di All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center, Sterling, Virginia, menjelang sholat Jumat, 18 Desember 2015 (Foto: dok).

Umat Muslim di beberapa bagian AS mengatakan bahwa mereka khawatir akan keamanan mereka, karena meningkatnya kejahatan akibat kebencian yang ditujukan kepada warga Muslim-Amerika. Pawai anti Syariah yang diselenggarakan oleh ekstremis sayap kanan baru-baru ini, menambah kekhawatiran yang dirasakan banyak orang Muslim.

Komunitas Muslim di Sterling, Virginia, berkabung untuk seorang gadis yang diserang dan dibunuh di dekat sebuah masjid pada Minggu dini hari lalu.

Kerabat mengidentifikasi gadis itu sebagai Nabra Hassanen yang berusia 17 tahun. Polisi setempat sudah menahan tersangka dan mengatakan bahwa mereka tidak menyelidiki kasus ini sebagai kejahatan kebencian. Tapi seorang pejabat kelompok HAM Muslim Advocates mendesak polisi agar menyelidiki "semua motif yang mungkin melatarbelakangi kejadian."

Di Minnesota, para pemimpin Muslim dan anggota masyarakat Somalia mengatakan bahwa mereka takut dan membutuhkan perlindungan karena sentimen anti Muslim meningkat.

Meyran Omar, perempuan Somalia-Amerika di Minnesota merasa nyawanya terancam.

"Saat saya dalam perjalanan pulang, saat saya mengemudi atau berjalan atau bahkan ketika memasuki apartemen saya, saya melihat sekeliling dan saya tidak pernah ketakutan seperti ini sebelumnya," kata Meyran Omar.

Omar dan beberapa perempuan Muslim telah mengubah cara mereka berpakaian karena khawatir memakai jilbab akan membuat mereka rentan.

"Beberapa dari kami berhenti memakai jilbab. Ini tidak berarti bahwa mereka adalah Muslim yang tidak baik, tapi mereka takut akan keselamatan mereka. Kami butuh pertolongan."

Anggota komunitas Muslim di Minneapolis mengecam "Act for America," kelompok sayap kanan yang telah menggelar demonstrasi anti Syariah di lebih dari 20 kota di AS.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa hukum Syariah merupakan ancaman bagi Amerika Serikat dan mengatakan bahwa tindakan yang mereka ambil tersebut adalah untuk melindungi kebebasan berbicara dan nilai-nilai tradisional Amerika.

Imam Abdisalam Adam dari Masjid Darul-Hjirah di Minneapolis tidak sependapat. "Kami melihat adanya peningkatan sentimen anti Muslim dan orang-orang yang mengaku anti hukum Syariah, namun kenyataannya adalah ketika Anda melihat masalah dan cara mereka mempresentasikannya, tidak ada bukti mengenai apa yang mereka serukan," jelasnya.

Adam adalah anggota dewan Islamic Civic Society in America (ICSA). "Komunitas Muslim taat hukum dan mengikuti konstitusi Amerika Serikat, jadi sepertinya ini bermotif politik," imbuhnya.

Adam meminta pemerintah AS agar mengirim pesan yang sangat jelas bahwa undang-undang negara ini dihormati dan bahwa umat Islam merupakan bagian dari negara AS seperti halnya umat agama lain. [as/ab]

XS
SM
MD
LG