Tautan-tautan Akses

Warga Jakarta Berharap Anies-Sandi Tepati Janji Kampanye

  • Fathiyah Wardah

Anies Baswedan (kanan) berbicara dengan pendukungnya pada saat kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. (Antara Foto/Muhammad Adimaja/via REUTERS)

Presiden Joko Widodo hari Senin (16/10) dijadwalkan akan melantik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Harapan warga Jakarta pun mengiringi Anies-Sandi untuk memenuh janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Senin (16/10) dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Pada masa kampanye pemilihan kepala daerah, Anies-Sandi menyampaikan 23 janji kepada warga Jakarta, mulai dari pendidikan hingga janji untuk mengatasi banjir. Untuk kesejahteraan warga, Anies menjanjikan Kartu Jakarta Pintar Plus yang akan berlaku juga untuk anak usia sekolah tapi tidak bersekolah, Kartu Jakarta Sehat Plus dan memberikan uang muka (DP) kredit rumah nol rupiah.

Anies-Sandi juga berjanji menghentikan reklamasi Teluk Jakarta, mengembangkan transportasi terintegrasi dengan ongkos lima ribu rupiah untuk seluruh jalur, membuka lapangan pekerjaan, mencetak 200.000 pengusaha baru lewat program “one center for entrepreneurship” (Ok-OCE), mengatasi banjir, memperluas cakupan dan memperbaiki kualitas air, menjanjikan kesetaraan bagi penyandang disabilitas serta menjamin kebutuhan pokok yang murah dan berkualitas.

Warga Jakarta berharap pemimpin Jakarta yang baru ini dapat merealisasikan janjinya. Fathur (40 tahun) warga Jakarta mengatakan Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta yang baru harus lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Dia sangat berharap Anies-Sandi bisa merealisasikan janjinya mengenai uang muka kredit pembelian rumah nol rupiah. Fathur yang selama ini tinggal di rumah kontrakan bersama keluarganya, ingin memiliki tempat tinggal sendiri.

“Saya berharap janji kredit rumah Rp0 persen bisa diwujudkan karena saya selama ini kan tinggalnya ngontrak,jadi saya ingin punya rumah,” kata Fathur.

Tuti, warga Jakarta lainnya, juga berharap hal yang sama.

“Pengennya sih sesuai komitmennya aja ya, seperti DP nol persen dan untuk RW Rp 1 milliar terus sama diusahakan gak banjir dan gak macet, itu aja sih. Pokoknya sesuai omongan dia aja,” kata Tuti.

Di samping merealisasikan 23 janji sewaktu kampanye, Anis-Sandi punya tugas khusus untuk merekatkan kembali warga Ibukota yang sempat terbelah sewaktu pemilihan kepala daerah pada Februari lalu. Anies mengaku telah menyiapkan banyak hal untuk seratus hari pertama pemerintahannya.

Rina dan Yudi, yang juga warga Jakarta, mengatakan Anies-Sandi sedianya menemui mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk meminta masukan mengenai persoalan Jakarta. Ahok kini masih mendekam di penjara karena kasus penistaan agama.

“Menurut aku perlu ya, karena perencanaan kemaren kan masih ada yang tertunda. Jadi perlu tahu mana yang tertunda dan kelanjutannya bagaimana. Untuk menjadi referensi Anies jadi gubernur,” kata Rina.

Yudi berkata, “Melihat dari Pak Ahok kan pernah memimpin Jakarta, perlu untuk Pak Anies-Sandi untuk ketemu pak Ahok untuk meminta sarannya memimpin Jakarta menjadi lebih baik.”

Mantan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan pemimpin Jakarta harus berani dan tegas.Menurut Sonny, begitu ia biasa disapa, gubernur dan wakil gubernur baru nantinya harus bisa melanjutkan program strategis yang belum selesai seperti pembangunan “Mass Rapid Transit” (MRT) fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia dan proyek “Light Rail Transit” (LRT) Kelapa Gading-Velodrome.

“Persiapan Asean Games sekarang baru 60 persen. Yang kedua, strategis nasional seperti MRT, LRT dan seterusnya itu bagian yang perlu diselesaikan 2018 yang harus terintegrasi secara sistem. Siapapun gubernurnya harus diselesaikan,” kata Sonny menjelaskan.

Pemimpin baru Jakarta itu juga diharapkan bisa mengaktifkan komunikasi internal antara eksekutif-legislatif yang sempat mengalami ketegangan, terutama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun, Sonny mengakui ini bukan hal mudah karena menyangkut banyak kepentingan.

XS
SM
MD
LG