Tautan-tautan Akses

AS

Warga di Virginia, AS, Lawan Kebencian

  • Deborah Block

Warga Virginia tolak kampanye kebencian terhadap kelompok warga selain kulit putih. (Foto: ilustrasi)

Kawasan pemukiman Del Ray di Alexandria, Virginia, secara diam-diam melakukan perlawanan setelah baru-baru ini muncul beberapa poster yang dipasang di pohon dan kaca-kaca depan mobil di daerah itu. Poster terhadap warga kulit hitam, warga Muslim dan kelompok warga lainnya itu ditengarai dibuat oleh kelompok supremasi kulit putih. Nama kelompok ekstremis sayap kanan “Blood and Soil” tampak dalam pesan yang dipasang itu. Setelah mencabut sekitar 50 poster, sejumlah warga menanggapi insiden itu dengan menempatkan tanda-tanda anti-kebencian di depan rumah dan kantor di lingkungan itu.

Pemukiman Del Ray di Alexandria, Virginia, selama ini menyebut kawasannya sebagai "Di mana Jalan Utama Masih Ada." Atmosfir yang damai dan hangat itu terguncang ketika pada suatu pagi muncul sejumlah poster yang menarget warga kulit hitam, warga Muslim da kelompok-kelompok lain. Warga Del Ray, Nelle Champlin-Schannelle mengatakan, “Bentuk kebencian dan opini-opini negatif ini bukan sesuatu yang dikenal di Del Ray, khususnya tidak di komunitas di mana saya dan tunangan saya tinggal.’’

Para pebisnis lokal melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri. Antara lain pemilik Dolce & Bean, Petros Ghebre-Egziabher.

"Bagi saya, meletakkan poster atau tanda-tanda yang melambangkan anti-kebencian menunjukkan bahwa saya telah diadopsi oleh komunitas ini, saya bagian dari komunitas ini dan saya akan berdiri bersama komunitas ini melawan tindakan rasis apapun," ujarnya.

Hal senada disampaikan pemilik toko artefak Stephany Wright.

"Kebencian tidak punya tempat di sini. Setiap orang tahu orang lainnya. Kita semua berteman, bermitra, dan ini jadi seperti serangan pribadi terhadap kami."

Del Ray dikenal sebagai pemukiman yang toleran dan bersahabat, di mana pesan-pesan kebencian dan intoleransi tidak dapat diterima. Ketua komunitas Del Ray Rod Kuckro mengatakan, "Kebebasan berpendapat dilindungi oleh konstitusi Amerika tetapi melihat sifat kebebasan yang disampaikan itu (yang bernada kebencian) maka ini bukan yang diinginkan."

Tanda-tanda di jendela apotik “The Neighborhood Pharmacy” menunjukkan bahwa semua orang akan disambut baik. Salah seorang pemilik apotik itu, Stacey Swartz, mengatakan apotik itu memiliki staf beragam.

“Kami memiliki karyawan Hispanik, Muslim, Persia. Kami memiliki karyawan dari beragam latar belakang. Jadi sangat penting bagi kami agar pelanggan juga merasa bahwa mereka disambut baik," katanya.

“Reject Hate” adalah pesan yang dipasang di luar sebuah toko makanan anjing. Sejak pemilu presiden November tahun lalu, pemilik toko Paul Haire yakin pernyataan bernada kebencian sudah melampaui batas.

“Tidak masalah siapa yang memulai pernyataan bernada kebencian yang kita dengar dari mulut banyak orang. Yang penting, ini harus dihentikan," tambahnya.

Tetapi di Del Ray, ujar Paul, komunitasnya kini setiap hari hidup dengan motto menolak kebencian. [em/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG