Tautan-tautan Akses

AS

Walmart, Dick's Sporting Goods Batasi Penjualan Senjata Api


A shopper loads her car after shopping at a Walmart in Pittsburgh, Feb. 22, 2018.

Dua peritel besar Amerika Serikat mengubah kebijakan mereka dalam penjualan senjata api pada Rabu (28/2), setelah pembantaian di Florida.

Walmart, peritel terbesar di Amerika mengumumkan bahwa pihaknya menaikkan batasan usia untuk membeli senjata api dan amunisi menjadi 21 tahun.

"Kami menganggap serius kewajiban kami sebagai penjual yang bertanggung jawab," kata Walmart dalam sebuah pernyataan.

Baca: Makin Banyak Perusahaan AS Akhiri Kerja Sama Dengan NRA

Walmart juga tidak akan menjual mainan dan barang-barang lainnya yang menyerupai senapan serbu dari situs webnya. Raksasa ritel itu sudah berhenti menjual senapan serbu pada 2015 dan tidak menjual senjata genggam kecuali di tokonya di Alaska.

Sebelumnya Rabu, Dick's Sporting Goods mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menjual senapan serbu atau senapan apapun kepada konsumen berusia di bawah 21 tahun.

Peritel itu bahkan mendesak Kongres untuk melarang senjata serbu dan menaikkan usia minimum.

Tersangka penembak di sekolah Parkland, Nikolas Cruz, menggunakan senapan AR-15.

Dick’s mengatakan Cruz membeli sebuah senjata laras pendek di salah satu tokonya setelah melewati semua prosedur yang diperlukan. Tapi Dick’s menekankan bahwa itu bukan senjata atau jenis senjata yang diduga digunakan Cruz dalam pembantaian pada 14 Februari lalu.

Baca: Siswa SMU Florida Kembali ke Sekolah Pasca Penembakan Massal

Baik Walmart maupun Dick’s mengatakan mereka berkomitmen untuk melayani olahragawan, pemburu, dan mayoritas pemilik senjata yang mereka sebut warga negara yang taat hukum.

Penembakan terhadap 17 orang di Marjory Stoneman Douglas High School telah berdampak pada dunia usaha, yang tampaknya mempertimbangkan jajak pendapat nasional yang sangat mendukung undang-undang yang lebih ketat dalam kepemilikan senjata api.

Lebih dari selusin perusahaan besar telah menghentikan diskon untuk anggota National Rifle Association (NRA). Mereka termasuk Delta Airlines, Enterprise Rent-A-Car, Asuransi MetLife dan Hotel Best Western.

Presiden Donald Trump, pendukung kuat NRA dan penerima sumbangan jutaan dolar dari NRA dalam kampanye pilpres, mengatakan awal pekan ini bahwa “terkadang kita perlu melawan NRA”.

Pada sebuah diskusi mengenai keamanan senjata dengan anggota Kongres AS pada Rabu, Trump juga menuduh politisi Republik yang terlihat enggan mendukung undang-undang lebih ketat tentang senjata api "takut" terhadap kelompok lobi pro-senjata yang kuat itu. [as/al]

XS
SM
MD
LG