Tautan-tautan Akses

Venezuela Larang Aktivis Oposisi Bepergian ke Eropa


Lilian Tintori, aktivis anti-pemerintah Venezuela yang juga istri Leopoldo Lopez , aktivis terkemuka Venezuela yang kini ditahan pemerintah (foto: dok).

Seorang aktivis anti-pemerintah yang terkemuka dilarang meninggalkan Venezuela hari Sabtu (2/9) untuk mengikuti pertemuan dengan para pemimpin Eropa, suatu kemunduran bagi kelompok oposisi dalam upaya menggalang tekanan internasional terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Lilian Tintori memasang foto di akun Twitter-nya yang menunjukkan ia berada di bandara internasional Caracas sambil memegang sebuah dokumen yang ditandatangani pejabat-pejabat imigrasi yang memerintahkan penyitaan paspornya ketika ia bersiap terbang Sabtu sore. Tintori mengatakan ia sedianya mengadakan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris hari Senin (4/9).

Tidak ada penjelasan apapun terhadap larangan bepergian itu, tetapi langkah itu dilakukan sehari setelah Tintori diperintahkan datang ke pengadilan pada hari Selasa (5/9) untuk menjawab pertanyaan tentang sejumlah besar uang tunai yang ditemukan di mobilnya.

Tintori, istri aktivis paling terkemuka di Venezuela yang juga sudah ditahan pemerintah – Leopoldo Lopez – mengatakan ia dijadwalkan bertemu dengan pemimpin-pemimpin Jerman, Spanyol dan Inggris.

‘’Buktinya jelas mengapa kediktatoran ini berupaya menghalangi saya,’’ cuit Tintori lewat Twitter.

Ditambahkannya, "mereka ingin mencegah saya membahas krisis kemanusiaan yang terjadi di Venezuela.’’

Hari Jumat (1/9) Tintori menerima pemberitahuan bahwa otorita berwenang sedang menyelidiki dirinya setelah menemukan uang sekitar 200 juta bolivar atau sekitar US$6.000 di mobilnya. Tintori menilai penyelidikan itu bermotif politik, merujuk pada video bahwa memiliki uang tunai bukan merupakan kejahatan. Ia mengatakan uang yang ditemukan di dalam mobil yang diparkir di rumah ibu mertuanya itu sedianya akan digunakan untuk urusan darurat, termasuk perawatan neneknya yang sudah berusia 100 tahun di rumah sakit.

Tintori mengatakan ia menyimpan uang tunai dalam jumlah besar karena inflasi digit yang terus memburuk, yang merontokkan nilai mata uang Venezuela; dan karena tidak ada bank lokal yang mau membukakan rekening atau kartu kredit bagi pengecam pemerintah seperti dirinya.

Meskipun belum jelas penyelidikan apa yang sedang dilakukan terhadap Tintori, sejumlah pendukung pemerintah menuduhnya menggunakan uang itu untuk mendanai “terorisme”, terminologi yang kerap digunakan untuk menggambarkan aksi demonstrasi dan kekerasan yang telah mengguncang Venezuela. Sejauh ini belum ada bukti yang ditunjukkan terkait tuduhan itu.[em]

XS
SM
MD
LG