Tautan-tautan Akses

Vatikan Tak akan Menentang Penggalian Kerangka Franco Mendiang Diktator Spanyol


Makam mendiang diktator Spanyol Francisco Franco di dalam Basilica di dekat El Escorial, luar Madrid, Spanyol.

Vatikan tidak akan menentang penggalian kerangka mendiang diktator Spanyol Francisco Franco dan pemindahan dari sebuah makam besar di luar Madrid yang dibangun untuk mengenang jatuhnya diktator itu dalam perang saudara tahun 1930an. Tetapi masih belum jelas dimana kerangka Franco akan dikuburkan.

Selama dan setelah perang saudara yang sengit dimana pasukan nasionalis yang dipimpin Jendral Fransisco Franco mengalahkan kelompok kiri Republik, pemimpin Spanyol itu terlibat dalam upaya yang terorganisir untuk melawan gerakan kiri dan komunis yang tersisa di Spanyol, kampanye yang membuat puluhan ribu orang dieksekusi, dikirim ke kamp konsentrasi atau diasingkan. Pemerintah Franco memiliki hubungan sangat dekat dengan Gereja Katholik Roma.

Sejak berkuasa tahun ini, pemerintah sosialis Spanyol pimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mendorong untuk menggali kerangka mendiang mendiang diktator militer yang telah dikubur di Valley of Fallen di dekat Madrid sejak tahun 1975. Sanchez telah memperoleh kepastian dari Vatikan bahwa Gereja Katholik Roma itu tidak akan menentang langkah yang sangat kontroversial di Spanyol.

Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo pekan ini telah melangsungkan pertemuan selama dua jam dengan Menteri Luar Negeri Pietro Parolin di Vatikan, yang oleh pemerintah Spanyol digambarkan sebagai pertemuan “ramah tamah.” Pernyataan

pemerintah yang dikeluarkan setelah pertemuan itu mengatakan “Gereja Katholik Roma memiliki keprihatinan, yang merupakan keprihatinan yang sama dengan pemerintah, untuk memberikan keadilan kepada korban pelanggaran dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.”

Calvo baru-baru ini membela keputusan pemerintah Spanyol untuk menggali kerangka Fransisco Franco dari tempat dimana ia dikubur, yang oleh banyak pihak dinilai sebagai hal yang tidak pantas dan tidak sopan.

Tetapi Wakil Perdana Menteri itu mengatakan “tidak ada rasa hormat, tidak ada kehormatan, tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian atau keharmonisan selama kerangka Franco berada di tempat yang sama dengan para korban.”

Masih belum jelas dimana kerangka Franco akan dimakamkan kembali. Calvo telah menjelaskan bahwa meskipun pemerintah dapat melakukan penggalian itu, tergantung pada keluarga mendiang diktator itu dimana kerangkanya akan dipindahkan.

Keluarga Franco memiliki ruang bawah tanah di Katedral Almudena di pusat kota Madrid, tetapi begitu banyak pihak di luar gereja memprotes kemungkinan memakamkan kembali kerangka Franco di sana. Mengenai hal itu pemerintah Vatikan dan Spanyol “sepakat tentang perlunya menemukan solusi dan terus melakukan dialog.”

Makam yang besar di Valley of Fallen itu merupakan tempat peristirahatan sekitar 34.000 orang dari kedua pihak, yang berperang dalam Perang Sipil Spanyol. Pemerintah Spanyol ketika itu membangun pemakaman itu sebagai langkah rekonsiliasi, tetapi beberapa tahun setelah kematian diktator itu, tempat itu menjadi lokasi simbolis bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan era

Franco. Sementara dari sudut pandang pemerintah sekarang dan mereka yang beraliran kiri, hal ini merupakan hal yang memalukan bagi demokrasi modern Spanyol. (em)

Recommended

XS
SM
MD
LG