Tautan-tautan Akses

Varian Delta Merajalela di Asia


Petugas kesehatan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) membawa peti mati saat pemakaman korban COVID-19 di Klang, Malaysia, Minggu, 23 Mei 2021. (Foto: AP)
Petugas kesehatan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) membawa peti mati saat pemakaman korban COVID-19 di Klang, Malaysia, Minggu, 23 Mei 2021. (Foto: AP)

Kota tuan rumah Olimpiade Tokyo, Thailand dan Malaysia, mencatatkan rekor kasus infeksi COVID-19 pada Sabtu (31/7), sebagian besar kasus disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular.

Lonjakan kasus infeksi juga terjadi di Sydney, Australia. Polisi menutup kawasan pusat bisnis untuk mencegah protes terhadap penerapan lockdown yang akan berlangsung hingga akhir Agustus.

Polisi menutup stasiun kereta api, melarang taksi menurunkan penumpang dari pusat kota dan mengerahkan 1.000 petugas untuk mendirikan pos pemeriksaan. Pemerintah New South Wales melaporkan adanya 210 infeksi baru akibat varian Delta di Sydney dan sekitarnya.

Pemerintah metropolitan Tokyo mengumumkan rekor jumlah infeksi yang mencapai 4.058 dalam 24 jam terakhir, melampaui angka 4.000 untuk pertama kalinya. Penyelenggara Olimpiade melaporkan 21 kasus COVID-19 baru terkait dengan Olimpiade, sehingga total menjadi 241 sejak 1 Juli.

Sedangkan Malaysia, salah satu episentrum virus tersebut, melaporkan rekor terbaru dengan 17.786 kasus virus corona pada Sabtu (31/7).

Lebih dari 100 orang berkumpul di pusat ibu kota Kuala Lumpur, menyatakan ketidakpuasan dengan penanganan pandemi oleh pemerintah dan menyerukan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mundur.

Thailand mencatatkan rekor harian terbaru di angka 18.912, sehingga total akumulasi kasus COVID-19 di negara itu menjadi 597.287. Thailand juga melaporkan 178 kematian baru, menjadikan total kematian mencapai 4.857.

Pemerintah mengatakan varian Delta menyumbang lebih dari 60% kasus di negara itu dan 80% kasus di Ibu Kota Bangkok. [ah]

XS
SM
MD
LG