Tautan-tautan Akses

Upaya Terpadu Pengawasan Wisatawan terkait Virus Korona


Seorang petugas kesehatan Indonesia memeriksa di layar pemindai suhu tubuh para penumpang asing yang baru saja tiba di bandara (foto: dok).

Virus Korona membuat rentan para pelaku perjalanan asing di setiap negara. Meskipun Indonesia belum memiliki penderita virus di dalam negeri tapi pengawasan dan pencegahan dilakukan terpadu bersama sektor penerbangan, pariwisata dan kesehatan. 

Perebakan virus korona terus meluas mengikuti pergerakan manusia yang membawa jejak virus tersebut. Para pelaku perjalanan yang mendapat pemantauan ketat bukan hanya yang bepergian dengan pesawat tapi juga kapal laut dan kapal pesiar.

Indonesia mengatakan kesiagaan dilakukan bukan karena virus korona saja tapi juga terhadap ancaman virus lain dari Timur Tengah.

Dr. Achmad Yurianto, dari P2P Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Departemen Kesehatan RI mengatakan, "Karena sebenarnya sepanjang hari sepanjang tahun kami siaga untuk menghadapi varian virus lain yang ada di Timur Tengah terkait dengan rata-rata 1,4 juta penduduk muslim Indonesia yang melakukan ibadah haji dan umroh. Jadi bukan merupakan kesiagaan yang dibuat baru tapi diperkuat dari kesiagaan yang ada."

Bali sebagai gerbang utama negara menyadari ancaman-ancaman ini namun melakukan upaya tambahan untuk virus korona, dr. Ketut Suarjaya adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dr. Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali (foto: courtesy).
Dr. Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali (foto: courtesy).

“Kita mempersiapkan karantina kesehatan, di bandara dengan thermal scanner terpasang tiga dan juga di pelabuhan Benoa kita pasang satu,” ujarnya.

Upaya-upaya yang dilakukan pihak berwenang kesehatan Indonesia berbeda dengan pendekatan negara lain terhadap virus korona namun selalu dilaporkan kepada pihak WHO, seperti dikatakan dr. Achmad.

Dr. Achmad Yurianto Sekretaris Ditjen P2P Departemen Kesehatan RI (foto: courtesy).
Dr. Achmad Yurianto Sekretaris Ditjen P2P Departemen Kesehatan RI (foto: courtesy).

“Karena memang sesuai dengan tata cara yang ditentukan oleh WHO meskipun yang baru sekarang sudah ada VCR dan itu juga sudah kita gunakan seperti Singapura dan Australia,” katanya.

Otoritas bandara Angkasa Pura I, Awaludin mengatakan, pengawasan melibatkan Kantor Kesehatan, Pelabuhan dan edukasi mengenai virus di bandara-bandara di seluruh Indonesia.

“Kami melakukan upaya edukasi yaitu penayangan pada digital poster di giant wall yang ada di wilayah publik di bandara kita,” ujar Awaludin.

Salah seorang wisatawan Asia asal Nepal yang tiba di bandara internasional Ngurah Rai, pada tanggal 7 Februari 2020 lalu, baru mengetahui adanya perebakan wabah korona ketika tiba.

“Petugas memberi saya semacam kartu, informasi mengenai virus, gejala-gejalanya dan mengontak fasilitas kesehatan setempat, tidak ada pemeriksaan, namun mereka memberi saya informasi mengenai virus korona,” tukas Dinesh Maharjan.

Tiga Rumah Sakit Umum di Bali, RSUP Sanglah, RSU Sanjiwani Gianyar dan RSU Tabanan telah ditunjuk untuk menangani kemungkinan virus korona.

Terkait laporan adanya warga China yang positif menderita virus setelah berlibur ke Bali, dr Achmad Yurianto, Rabu malam mengatakan pihak berwenang masih menelusuri keberadaan orang tersebut di imigrasi, namun menyampaikan rasa skeptis bahwa ia terjangkit virus korona di Indonesia.

Thermal scanner atau pemindai suhu tubuh yang dipasang di bandara internasional Ngurah Rai, Denpasar (foto: dok).
Thermal scanner atau pemindai suhu tubuh yang dipasang di bandara internasional Ngurah Rai, Denpasar (foto: dok).

Ia mengatakan, “Yang utama saat ini adalah catatan imigrasi keberadaan yang bersangkutan, karena berdasarkan pengalaman berita sejenis, ternyata tidak bisa dibuktikan keberadaannya di imigrasi dan hotel.”

Hari Selasa 11 Februari 2020 kantor berita China, Xinhua melaporkan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Jokowi telah mengadakan pembicaraan melalui telepon menekankan upaya kedua negara untuk bekerja sama terkait virus korona. [my/lt]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG