Tautan-tautan Akses

AS

Unjuk Rasa atas Nasib Rohingya Kemungkinan Warnai Sidang Umum PBB

  • Daniel Schearf

Pasukan keamanan di kota New York siap mengamankan acara Sidang Umum PBB.

Para petugas keamanan dan pemrotes bersiap-siap untuk menghadapi sidang-sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimulai di markas PBB di New York hari Selasa (19/9).

Pasukan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa sedang bersiap-siap melakukan tugas mengamankan sidang Majelis Umum tahunan dan kedatangan para pemimpin dan delegasi dari 193 negara anggota.

Barikade-barikade yang ditambahkan tidak menghalangi bisnis, kata seorang pedagang makanan yang telah menjajakan makanan di sini beberapa bulan.

"Dulu ada orang lain yang jualan di sini, katanya. Saya baru di sini, dan saya melihat, banyak pembeli," kata Abder-Rezzek seorang penjual makanan halal.

Tapi yang banyak dipikirkan orang adalah keamanan global, termasuk ancaman nuklir Korea Utara.

Juga harus dipikirkan mengenai nasib ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan yang digambarkan sebagai pembersihan etnis.

Beberapa pemrotes hari Jumat melontarkan kata-kata kasar terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi karena tidak berbicara untuk membela orang muslim Rohingya.

"Dia berusaha membohongi dunia dan dia sekarang bisa dikatakan telah bangkrut secara moral. kami mengutuk dia karena dia mengambil jalan yang keliru, dan kami ingin dia kembali ke jalan yang benar," kata Mohamad Yusof dari Organisasi Rohingya Dunia.

Karena kecaman yang meningkat, Aung San Suu Kyi membatalkan kunjungannya ke Perserikatan Bangsa Bangsa, karena yang disebutnya kegiatan teroris di negara bagian Rakhine.

Kepala- kepala negara akan membahas masalah perdamaian, keamanan dan perkembangan global dalam pertemuan selama seminggu itu. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG