Tautan-tautan Akses

Unit AL Korsel Akan Luaskan Operasi Hingga ke Selat Hormuz


Korea Selatan telah melakukan operasi antiperompak di Teluk Aden sejak 2009 dan memperluas operasinya ke selat yang menghubungkan Teluk Oman dan Teluk Persia. (Foto: ilustrasi).

Satu unit antiperompak Korea Selatan untuk sementara meluaskan misinya hingga ke Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak vital dunia yang menjadi pusat meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengumumkan perluasan itu hari Selasa, dengan menyatakan hal tersebut dimaksudkan untuk membantu memastikan jalur yang aman bagi kapal-kapal dan warga Korea Selatan yang melalui perairan tersebut.

Korea Selatan telah melakukan operasi antiperompak di Teluk Aden sejak 2009 dan memperluas operasinya ke selat yang menghubungkan Teluk Oman dan Teluk Persia. Ketegangan di perairan di sekitar Semenanjung Arab telah meningkat sejak Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran dan serangan udara AS awal bulan ini yang menewaskan jenderal senior Iran.

Iran dituduh menyabotase tanker-tanker minyak di Teluk Persia tahun lalu, tuduhan yang disangkalnya. Iran menangkap tanker minyak berbendera Inggris setelah kapal tanker Iran disita oleh pihak berwenang di Gibraltar karena dicurigai melanggar sanksi-sanksi. Kedua kapal itu dibebaskan beberapa pekan kemudian.

AS pekan lalu memperingatkan tentang ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Teluk Persia dan sekitarnya setelah ketegangan terbaru ini.

Pernyataan Kementerian Korea Selatan menyebutkan unit itu akan bekerja secara independen tetapi bekerja sama dengan koalisi pimpinan AS jika perlu. Disebutkan pula dua tentara Korea Selatan akan menjadi perwira penghubung di markas besar organisasi Keamanan Maritim Internasional.

Para pengamat menyatakan keputusan ini menunjukkan Korea Selatan memperhitungkan hubungannya dengan Iran dan sekutu utamanya, AS, yang memintanya untuk berkontribusi membantu mengawal kapal-kapal tanker minyak.

Unit Angkatan Laut Korea Selatan ini mengacu pada sebuah kapal perusak berbobot 4.400 ton dengan 300 tentara dan sebuah helikopter.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan, Selat Hormuz adalah jalur pelayaran lebih dari 70 persen impor minyak Korea Selatan dan kapal-kapal negara itu melalui kawasan tersebut sekitar 900 kali setiap tahun. Disebutkan pula bahwa sekitar 25 ribu warga Korea Selatan tinggal di Timur Tengah. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG