Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Tolak Hasil Pemilu Belarus


Para pendukung kelompok oposisi Belarusia berkumpul untuk memprotes pemerintah di Lapangan Kemerdekaan di Minsk, Belarusia, Selasa, 18 Agustus 2020. (Foto: AP)
Para pendukung kelompok oposisi Belarusia berkumpul untuk memprotes pemerintah di Lapangan Kemerdekaan di Minsk, Belarusia, Selasa, 18 Agustus 2020. (Foto: AP)

Menyusul pertemuan virtual dengan para pemimpin Eropa, Rabu (19/8), Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa tidak dapat menerima hasil pemilihan di Belarus yang tidak bebas dan adil karena adanya campur tangan dari luar.

Berbicara kepada reporter di Berlin setelah konferensi lewat video dengan para pemimpin Uni Eropa (UE), Merkel mengatakan, UE memihak pengunjuk rasa yang menentang pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko dan menyerukan diadakan dialog nasional.

Merkel mengatakan, para pemimpin Uni Eropa setuju: "Bagi kami, jelas Belarus harus melaksanakan tindakannya sendiri, melalui dialog di dalam negeri dan tidak ada campur tangan dari luar. Rakyat Belarus tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang baik untuk mereka.

Merkel merasa tidak berperan sebagai penengah di Belarus setelah pemilihan presiden dua minggu lalu, sejak Lukashenko menolak semua permintaan untuk berbicara melalui telepon.

Setelah berkuasa selama 26 tahun, Lukashenko mengklaim kemenangan besar dalam pemilihan awal bulan ini, di tengah tuduhan-tuduhan kecurangan besar dalam pemilihan. Tindakan itu memicu protes nasional dan tindakan keras oleh pasukan keamanan. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG