Tautan-tautan Akses

Pemimpin UE Sepakati Kerjasama Lebih Erat dalam Pertahanan dan Intelijen

  • Henry Ridgwell

Para pemimpin Eropa bertemu dalam KTT di Brussels, Belgia.

Para pemimpin Uni Eropa yang bertemu di Brussels menyepakati kerjasama lebih erat dalam pertahanan dan intelijen sementara benua itu menghadapi serangkaian serangan teror. Tetapi tidak banyak dicapai dalam menangani tantangan-tantangan lain, termasuk Brexit dan krisis migrasi.

Lebih dari 81 ribu migran telah menyeberang Laut Tengah menuju Eropa tahun 2017, dan sebegitu jauh 2.000 orang diantaranya telah tewas.

Dengan penembak-penembak jitu bersiaga di atas atap gedung-gedung dan kendaraan lapis baja mengelilingi gedung Dewan Uni Eropa, para pemimpin kelompok itu bertemu di Brussel dengan keamanan menjadi agenda utama. Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan para pemimpin Uni Eropa telah menyepakati kerjasama lebih erat dalam perbagian intelijen dan anggaran pertahanan.

“Kami memiliki anggaran belanja militer yang besarnya 50 persen dari anggaran belanja militer Amerika, tetapi efisiensinya hanya 15 persen. Jadi masih ada perbaikan-perbaikan yang dapat dilakukan, dan itulah yang telah kami putuskan hari ini,” kata Juncker.

Di luar gedung kelompok musik yang disebut “Syrians Got Talents” mengirim pesan musik kepada para pemimpin Uni Eroppa bahwa mereka harus membela hak-hak pengungsi.

Tidak semua negara Eropa memiliki pandangan yang seragam mengenai hal itu. Uni Eropa mengajukan gugatan hukum terhadap Hongaria, Polandia dan Republik Ceko karena tidak mau menerima kuota pengungsi yang ditetapkan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron yang untuk pertamakalinya menghadiri KTT Uni Eropa mengatakan Eropa akan mengkaji apa yang menjadi penyebab krisis itu.

Presiden Macron mengatakan itu adalah tantangan jangka panjang yang solusi jangka panjangnya adalah menstabilkan Afrika, Timur Dekat, dan Timur Tengah.

Meskipun menghadapi tantangan-tantangan, menurut Profesor Anand Menon dari Kings College London ada optimisme baru dalam blok Uni Eropa. Menurutnya, yang dihadapi Uni Eropa adalah masalah-masalah struktural dasar tetapi Uni Eropa akan bertumbuh lagi dan masa depannya tampak cerah.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga dibahas KTT Uni Eropa. Para pemimpin aliansi itu menyebut tawaran Perdana Menteri Inggris Theresa May menyangkut hak-hak warga Eropa yang tinggal di Inggris pada masa depan tidak sesuai dengan pengharapan mereka dan diyakini akan terjadi perundingan alot mengenai hal itu. [ds]

XS
SM
MD
LG