Tautan-tautan Akses

Uber Tunjuk CEO Baru Mantan CEO Expedia


Dara Khosrowshahi, mantan CEO Expedia Inc., kini resmi menjadi CEO baru Uber (foto: dok).

Meskipun mantan CEO Expedia, Dara Khosrowshahi merupakan pilihan yang mencengangkan untuk posisi barunya sebagai CEO Uber, tetapi tampaknya dia cocok untuk mengatasi tantangan yang sulit dan memimpin Uber yang berkembang pesat, tetapi bermasalah dan menderita kerugian, serta menjadikannya sebuah bisnis yang menghasilkan keuntungan yang mantap.

Seperti Uber, Expedia adalah perusahaan raksasa global yang menggunakan media internet untuk memroses jutaan transaksi setiap tahun. Expedia juga melewati tahap pertumbuhan yang cepat seperti Uber, dan telah menguasai transaksi pemesanan perjalanan secara menguntungkan, sesuatu yang masih didambakan oleh Uber.

Khosrowshahi juga mempunyai pengalaman memimpin perusahaan publik, sesuatu yang juga hendak diupayakan Uber, dan dia berhasil mengendalikan investor dan anggota dewan yang memiliki berbagai macam tuntutan, sebuah situasi yang juga dihadapi oleh Uber.

Dewan Direksi Uber yang terpecah dan beranggotakan delapan orang, hari Minggu memutuskan untuk menawarkan jabatan CEO Uber kepada Khosrowshahi, 48 tahun, yang sebagian besar karirnya dikembangkan di Expedia atau yang dulu pernah menjadi perusahaan induknya, InterActiveCorp atau IAC.

Untuk membenahi perusahaan, Khosrowshahi harus menenangkan para karyawannya, menunjukkan bahwa dia punya rencana khusus untuk mengubah budaya dan menghasilkan uang.

Dia memiliki pengalaman yang tepat untuk mengatasi tantangan ini, demikian tulis pengamat RBC Capital Markets, Mark Mahaney kepada para investor. “Expedia dirugikan dengan kepergian dia, tetapi sebaliknya Uber diuntungkan,'' tambahnya.

Para sopir Uber khawatir kalau Khosrowshahi akan memangkas upah mereka sebagai bagian dari upaya menghasilkan uang, kata Chris Townsend, Direktur mobilisasi lapangan untuk Union Transit Amalmagated, serikat yang mewakili para sopir di New York.

Khosrowshahi adalah "faktor utama" bagi sukses IAC dalam 12 tahun terakhir ini, tulis Mahaney, dan ditambahkannya harga saham Expedia telah meningkat delapan kali lipat dan pemesanan online juga meningkat dari sekitar $ 16 miliar pada tahun 2005 menjadi $ 72 miliar tahun lalu.

Berdasarkan nilai pasar, Uber yang berkantor di San Francisco itu tiga kali lipat lebih besar dari Expedia Inc., yang berkantor pusat di Bellevue, Washington. Jumlah saham Uber yang masih dimiliki secara pribadi, bernilai kurang dari $ 70 miliar, sedangkan total nilai saham Expedia sekitar $ 22 miliar.

Sementara itu, Bloomberg memberitakan Selasa pagi, bahwa Uber Technologies Inc. meluncurkan program asuransi gratis untuk lebih dari 450.000 pengemudi yang terdaftar di aplikasi pemanggilan kendaraannya di India, dalam upaya menarik lebih banyak pengemudi untuk bergabung dengan Uber.

Perusahaan yang berkantor di San Francisco itu mengatakan Selasa, mereka bekerja sama dengan ICICI Lombard General Insurance Co, perusahaan asuransi non-jiwa terbesar di Asia Selatan, untuk melindungi para sopir dalam kasus kecelakaan, ketika menggunakan aplikasi Uber dalam perjalanan. Asuransi tersebut mencakup kematian dan cacat akibat kecelakaan, rawat inap dan perawatan medis. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG