Tautan-tautan Akses

Turki dan Saudi Bahas Pembentukan Pokja Bersama Selidiki Hilangnya Wartawan


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) saat bertemu Raja Saudi Salman di Jeddah, Saudi Arabia, 23 Juli tahun lalu (foto: dok). Erdogan-Salman membahas pembentukan Pokja bersama kasus hilangnya wartawan dalam pembicaraan telepon.

Para pemimpin Turki dan Arab Saudi membahas pembentukan kelompok kerja bersama untuk mempelajari hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Baik kantor berita resmi Turki maupun kantor berita Arab Saudi melaporkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman membahas kasus hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, dalam percakapan telepon hari Minggu (14/10) malam.

Arab Saudi menantang Presiden Amerika Donald Trump yang mengancam menghukum negara itu atas hilangnya Khashoggi, dan mengatakan hari Minggu bahwa pihaknya pun akan membalas dengan menerapkan sanksi ekonomi yang "lebih besar" jika Trump menjatuhkan sanksi kepada Arab Saudi.

Pasar saham Arab Saudi turun tujuh persen sebelum naik sedikit, tercatat turun lima persen hari Minggu setelah Trump, dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi CBS, mengatakan akan ada "hukuman berat" jika dinyatakan, seperti dituduhkan Turki, bahwa agen-agen Arab Saudi membunuh Khashoggi di dalam konsulat Riyadh di Istanbul.

Arab Saudi mengatakan tuduhan itu "tidak berdasar," tetapi tidak memberi bukti bahwa Khashoggi keluar dari kantor diplomatik itu hidup-hidup setelah datang untuk mengambil dokumen yang diperlukan untuk rencana pernikahannya.

"Kerajaan juga menegaskan bahwa jika dijadikan sasaran atas tindakan apa pun, kerajaan akan merespon dengan tindakan yang lebih besar, dan bahwa ekonomi Kerajaan mempunyai pengaruh dan berperan penting dalam ekonomi global dan bahwa ekonomi Kerajaan hanya dipengaruhi oleh dampak ekonomi global."

Khashoggi mengasingkan diri dan tinggal di Amerika dan mengkritik Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dalam kolom yang ditulisnya untuk harian The Washington Post.

Berbagai laporan media menyebutkan Khashoggi mungkin merekam kematiannya sendiri dengan menggunakan jam tangan produk Apple.

Menurut akun-akun media sosial, Khashoggi menyalakan kemampuan merekam suara pada piranti itu sewaktu ia memasuki konsulat Arab Saudi.

Laporan-laporan menyebutkan, jam tangan itu tidak hanya merekam interogasi dan penyiksaan Khashoggi, tetapi juga pembunuhannya.

Kelompok 15 laki-laki Saudi dilaporkan datang ke Istanbul pada hari ketika Khashoggi datang ke konsulat.

Sebagai protes atas hilangnya Khashoggi, beberapa pengusaha Amerika mengundurkan diri dari konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan yang akan berlangsung pekan depan di Riyadh. Konferensi itu dijuluki "Davos di Gurun," mengutip tempat pertemuan tahunan orang-orang yang berkepentingan dalam ekonomi dunia di Swiss.

Namun, Gedung Putih mengatakan, Menteri Keuangan Steven Mnuchin tetap berencana menghadiri konferensi tersebut. (ka)

XS
SM
MD
LG