Tautan-tautan Akses

Trump, Trudeau Masih Bertentangan soal Kebijakan Imigrasi

  • Mary Alice Salinas

Presiden AS Donald Trump (kanan) mendengarkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dalam komferensi pers gabungan di Washington (13/2). (Reuters/Carlos Barria)

Trudeau mengatakan warga Suriah yang bermukim di Kanada “sangat sukses” dan “sekutu-sekutu kami memahami” Kanada menyambut baik pengungsi.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau hari Senin (13/2) masih sangat bertentangan mengenai kebijakan imigrasi. Trump memuji tindakan tegasnya untuk mendeportasi migran gelap dan Trudeau mengklaim keberhasilan pengungsi Suriah di negaranya.

Trudeau menerima 40 ribu warga Suriah ke Kanada bahkan ketika Trump ingin menghentikan sampai jangka waktu yang belum ditentukan masuknya setiap pengungsi Suriah ke Amerika. Ini merupakan bagian dari rencananya yang dihambat pengadilan, guna menghentikan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim yang punya sejarah serangan teroris masuk ke Amerika.

Setelah sambutan ramah di Gedung Putih, pembicaraan yang sulit di dalam ruang Oval Gedung Putih, bukan mengenai perdagangan dan lapangan kerja, Trump mengatakan, “Kami mempunyai kesempatan untuk membangun lebih banyak lagi jembatan-jembatan kerjasama dan perdagangan."

Tetapi mengenai imigrasi dan keamanan perbatasan, seperti rencana Trump untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan Amerika dengan Meksiko, dan melarang perjalanan ke Amerika Serikat dari tujuh negara mayoritas Muslim, seperti Suriah.

Trump mengatakan, "Ini akal sehat dan kita akan melaksanakannya dengan penuh semangat. Dan kita tidak ingin negara kita menghadapi jenis masalah yang Anda saksikan terjadi tidak hanya di sini tapi di seluruh dunia. Kami tidak akan membiarkannya terjadi."

Namun, Trudeau tidak sependapat.

“Kami terus menjalankan kebijakan keterbukaan kami terhadap imigrasi dan pengungsi tanpa merugikan keamanan. Dan alasan mengapa Kanada berhasil melakukan hal itu selama tahun lalu, menerima hampir 40.000 pengungsi Suriah, karena kami berkoordinasi dengan sekutu kami, Amerika, dan di seluruh dunia,” paparnya.

Para petugas imigrasi Amerika menangkap lebih dari 600 orang untuk dideportasi pekan lalu. Sekitar 75 persen dari orang-orang yang ditangkap itu pernah melakukan tindak pidana, kata pemerintah.

“Saya katakan sejak awal, kita akan menangkap imigran gelap yang jahat. Kita mengusir mereka dari Amerika. Itulah yang kita lakukan. Pada akhirnya nanti, semua orang akan senang, dan saya tegaskan sekarang juga bahwa banyak orang sangat, sangat senang sekarang ini," tegas Trump.

Trudeau mengatakan Kanada memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap imigrasi. Tetapi mereka akan tetap berfokus pada kepentingan bersama.

Trump setuju. Ia menambahkan, "Kita ingin memiliki, pintu terbuka besar yang indah, dan kita ingin orang-orang datang. Datanglah ke negara kita. Tapi kita tidak bisa membiarkan kedatangan orang-orang yang berniat jahat.”

Meskipun mereka berbeda pendapat, para kedua pemimpin sepakat bahwa kedua negara begitu sangat saling terkait, sehingga persekutuan mereka akan tetap erat.

Kedua pemimpin bertemu untuk pertama kalinya, mencapai perjanjian lebih banyak untuk meningkatkan perdagangan yang sudah tinggi antara kedua negara dimana Trudeau mengatakan bernilai US$2 miliar dalam transaksi lintas batas.

Trump selama kampanye presidennya yang panjang telah berjanji untuk merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) tahun 1994 yang mencakup Amerika, Kanada dan Meksiko agar lebih menguntungkan bagi pekerja Amerika. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG