Tautan-tautan Akses

AS

Trump Tidak Ingin Tunda Penjualan Senjata ke Arab Saudi


Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Erie, Pennsylvania, 10 Oktober 2018.

Presiden Donald Trump mengatakan, ia sangat prihatin dengan Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang menghilang pekan lalu saat mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Namun, presiden mengatakan, ia ragu untuk menunda kesepakatan penjualan senjata senilai 110 miliar dolar dengan Arab Saudi.

Setelah lebih dari sepekan, masih belum ada petunjuk mengenai Jamal Khashoggi, wartawan Saudi dan kolumnis surat kabar The Washington Post, yang mengasingkan diri di AS.

Presiden Trump ditanya apakah AS, yang memiliki informasi intelijen, seharusnya memperingatkan Khashoggi bahwa ia kemungkinan dalam bahaya.

"Itu bukan negara kita. Itu Turki, Ia bukan warga negara Amerika sepanjang pengetahuan saya. Namun, hal seperti itu seharusnya tidak terjadi. Dia wartawan The Washington Post dan hal seperti itu seharusnya tidak boleh dibiarkan terjadi. Kami akan menyelidiki itu,” jelas Presiden Trump.

Dalam acara bincang-bincang di jaringan televisi Fox, Trump mengatakan, AS mengerahkan sejumlah penyelidik di Turki, dan bekerjasama dengan Turki dan Arab Saudi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, Washington ingin memperoleh fakta dari Saudi. "Kami telah berkomunikasi dengan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat. Sepanjang pengetahuan saya, ia sedang dalam perjalanan pulang ke Arab Saudi. Kami sudah memberitahukannya bahwa kami ingin mendapat informasi sekembalinya di Amerika Serikat.”

Perjalanan luar negeri pertama Trump sebagai presiden adalah ke Arab Saudi tahun lalu, dan dia menjalin hubungan yang erat dengan para penguasa Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Trump ragu untuk membatalkan penjualan senjata ke Riyadh jika dugaan bahwa Saudi membunuh Khashoggi terbukti benar.

Trump Tidak Ingin Tunda Penjualan Senjata ke Arab Saudi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:44 0:00

"Saudi mengeluarkan 110 miliar dolar untuk membeli peralatan militer dan lain-lain. Jika kita tidak menjualnya ke Saudi, mereka akan mengatakan ‘Terima kasih banyak, kami akan membelinya dari Rusia’, atau ‘Terima kasih banyak, kami akan membelinya dari Tiongkok.’ Itu tidak menguntungkan kita, terkait dengan pekerjaan dan perusahaan-perusahaan kita. Namun, ada hal-hal lain yang bisa dilakukan,” imbuhnya.

Sebuah kelompok Senator bipartisan mengirim sebuah surat ke Trump, yang meminta penyelidikan terhadap nasib Khashgoggi berdasarkan UU Pertanggungjawaban HAM Magnitsky. Para analis mengatakan, Kongres kemungkinan akan mendorong pemberlakuan sanksi terhadap Saudi dan kemungkinan berusaha menghalangi penjualan senjata ke negara kerajaan itu.

"Kongres, tentu, akan mendesakkan masalah ini, khususnya menjelang pemilu November, tapi saya kira, tidak akan ada sanksi yang dijatuhkan terhadap Arab Saudi,” kata Kadir Ustun, analis dari Yayasan Riset Politik, Ekonomi dan Sosial, di Washington DC.

Ustun mengatakan, sanksi besar terhadap Saudi tidak akan dijatuhkan mengingat hubungan dekat Trump dengan Saudi dan pernyataan Trump mengenai bagaimana ia memandang kesepakatan penjualan senjata itu. [ab/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG