Tautan-tautan Akses

AS

Trump Tegaskan Kembali Komitmen AS pada NATO


Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, 12 April 2017. (AP Photo/Evan Vucci)

Pada pertemuan Gedung Putih dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Rabu (13/4), Presiden Donald Trump menegaskan kembali komitmen AS pada aliansi Barat yang pernah dia sebut "usang" itu. Bagi Stoltenberg, NATO adalah sebuah "landasan kuat bagi keamanan" di dunia yang sedang bergolak.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO “tidak lagi usang,” tiga bulan setelah dia mengatakan aliansi itu sudah tidak berguna karena tidak melawan serangan teroris.

Pada konferensi pers bersama dengan Stoltenberg, Trump memuji sejarah aliansi militer berusia 68 tahun itu.

"Aliansi NATO telah menjadi benteng perdamaian dan keamanan internasional," kata Presiden TRump.

Trump berjanji akan bekerja sama dengan anggota aliansi itu untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan global, termasuk kerusuhan di Ukraina timur dan apa yang dia sebut "bencana yang sedang terjadi di Suriah."

"Ini termasuk memperbaiki NATO agar berfokus pada keamanan yang paling mendesak saat ini dan semua tantangan, termasuk migrasi dan terorisme," imbuh Presiden Trump.

Seperti sebelumnya, Trump meminta negara-negara anggota NATO untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka: memberi kontribusi 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing untuk pertahanan. Semua negara NATO telah sepakat untuk mengalokasikan 2 persen dana pertahanan dari PDB mereka sendiri menjelang tahun 2024, tetapi hanya beberapa dari negara anggota saat ini yang memenuhi target tersebut.

AS menghabiskan sekitar 3 persen dari PDB-nya untuk pertahanan, sementara Jerman menghabiskan sekitar 1,2 persen.

"Jika negara-negara lain membayar iuran mereka secara adil, bukan mengandalkan Amerika Serikat untuk menggantinya, kita semua akan jauh lebih aman, dan kemitraan kita akan jauh lebih kuat," lanjut Presiden Trump.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan pembagian beban yang adil antara negara-negara anggota telah menjadi prioritas utamanya sejak menjabat pada 2014, dan bahwa telah ada peningkatan.

"Pada 2016, untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, kami melihat peningkatan anggaran pertahanan di seluruh sekutu Eropa dan Kanada, peningkatan nyata 3,8 persen, atau $10 miliar lebih untuk pertahanan kami," kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

Stoltenberg mengatakan memenuhi kewajiban keanggotaan sangat penting sekarang ini mengingat dunia telah menjadi tempat yang lebih berbahaya bagi kehidupan. Dia juga mengatakan dia setuju dengan Trump bahwa aliansi itu harus melipatgandakan upayanya dalam memerangi terorisme global.

Trump dan kepala-kepala negara anggota NATO lainnya akan bertemu bulan depan di Brussels. [as]

XS
SM
MD
LG