Tautan-tautan Akses

AS

Trump Serukan Langkah Tambahan untuk Kembalikan Demokrasi ke Venezuela


Presiden Donald Trump berbicara saat jamuan makan malam bersama para pemimpin Amerika Latin di Palace Hotel dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, di New York, 18 September 2017. (AP Photo/Evan Vucci).

Sebelum pidato pertamanya ke Majelis Umum PBB, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia ingin demokrasi dipulihkan ke Venezuela dan memperingatkan Amerika Serikat dapat mengambil langkah tambahan untuk memulihkan stabilitas di negara penghasil minyak itu.

“Kami siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika pemerintah Venezuela tetap berada pada jalan untuk menerapkan pemerintahan otoriter terhadap rakyat Venezuela,” kata Trump dalam acara makan malam, Senin malam (18/9) dengan para pemimpin Amerika Latin yang dijamunya.

Para pemimpin itu membahas krisis politik dan ekonomi di Venezuela, keamanan dan ekonomi regional, dan perlunya mengendalikan Presiden sosialis Nicolas Maduro.

“Rezim korupnya menghancurkan sebuah negara yang berkembang pesat, dengan menerapkan ideologi yang gagal yang telah menghasilkan kemiskinan dan keputusasaan di mana-mana,” kata Trump.

Trump menjadi tuan rumah untuk acara yang dihadiri oleh mitra-mitranya dari Brasil (Michel Temer), Kolombia (Juan Manuel Santos), Panama (Juan Carlos Varela) dan Peru (Pedro Kuczynski).

Trump berterima kasih kepada para pemimpin Amerika Latin itu karena telah memberikan “dukungan penting bagi rakyat Venezuela.” Setelah santap malam, Presiden Brasil Michel Temer mengatakan bahwa semua pemimpin yang hadir sepakat untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap pemerintahan Maduro tanpa melakukan intervensi langsung di Venezuela.

Pemerintahan Trump telah menerapkan sanksi keuangan terhadap Venezuela dan belum mengesampingkan kemungkinan intervensi militer. Maduro mengatakan masalah keuangan Venezuela disebabkan oleh tuduhan adanya “perang ekonomi” oleh lawan-lawan domestik dan Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump telah memberikan label “diktator” kepada Maduro dan tidak bersedia mengakui majelis baru di negara itu. [lt]

XS
SM
MD
LG