Tautan-tautan Akses

Trump, Guterres Sepakat Birokrasi Jadikan PBB Kurang Efektif


Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Selasa, 19 September 2017. (AP Photo / Seth Wenig)

Pada pertemuan resmi pertamanya di PBB, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan organisasi itu tidak mencapai potensi sepenuhnya karena birokrasi dan kekeliruan pengelolaan. Berpidato di hadapan para pemimpin lebih dari 120 negara anggota, Senin, Trump memuji Sekjen PBB Antonio Guterres atas usahanya memodernisasi badan dunia itu.

Guterres mengatakan, prosedur yang ketinggalan zaman dan struktur yang terkotak-kotak membuat PBB kurang efektif dari semestinya.

Berbicara pada pembukaan Sidang Umum PBB, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak negara-negara anggota untuk meninggalkan cara-cara lama yang tidak berhasil.

"Sementara anggaran reguler PBB meningkat 140 persen dan jumlah stafnya kini lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2000, kita tidak melihat hasil yang sesuai dengan investasi itu,” kata Presiden Trump.

Trump, yang mengecam PBB pada masa lalu, mengatakan, organisasi dunia itu perlu meraih kepercayaan orang-orang di berbagai penjuru dunia.

"Dan untuk mencapai ini, PBB perlu meminta pertanggungjawaban setiap tingkat manajemen, melindungi pemberi informasi rahasia, dan memfokuskan pada hasil ketimbang proses,” lanjutnya.

Trump mendesak para pemimpin dunia untuk mengadopsi reformasi yang signifikan yang memungkinkan PBB lebih terfokus pada orang ketimbang birokrasi. Ia mengungkapkan keyakinannya akan visi yang dibentangkan Guterres.

"Kami berjanji akan menjadi mitra dalam usaha Anda, dan saya yakin, jika kita bekerjasama dan mengusahakan reformasi yang benar-benar signifikan, PBB akan lebih kuat, lebih efektif, lebih adil dan menjadi kekuatan yang lebih besar bagi perdamaian dan keharmonisan di dunia,” imbuh Presiden Trump.

Guterres mengatakan, PBB harus merampingkan fungsi-fungsinya agar bisa lebih baik melayani masyarakat dunia.

"Kita telah melancarkan strategi berarti untuk menghentikan ekploitasi dan pelecahan seksual. Kita telah memulai rencana-rencana untuk mewujudkan kesetaraan gender di PBB, melindungi pemberi informasi rahasia, dan memperkokoh organisasi-organisasi kontraterorisme. Kita juga mereformasi strategi perdamaian dan keamanan untuk memastikan agar kita lebih kokoh dalam pencegahan, lebih cekatan dalam mediasi dan lebih efektif dan efisien dalam operasi-operasi pemeliharaan perdamaian.”

Dubes Amerika Serikat untuk PBB U.N. Nikki Haley menyerukan kepada para anggota yang belum menandatangani deklarasi yang mendukung reformasi PBB untuk melakukannya sesegera mungkin.

"Amerika Serikat yakin kita akan bisa membuat sejarah dengan bersatu sebagai komunitas dunia yang sesungguhnya bagi reformasi,” jelas Haley.

Sejauh ini dua pertiga dari 193 anggota PBB telah berjanji untuk mendukung reformasi. China dan Rusia tidak termasuk di antara mereka. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG