Tautan-tautan Akses

AS

Trump Sambut Pendeta Amerika yang Dibebaskan Turki


Presiden Donald Trump berdoa bersama Pendeta Andrew Brunson di Ruang Oval Gedung Putih, 13 Oktober 2081.

Pendeta Andrew Brunson berlutut di sebelah Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Sabtu (13/10) siang dan berdoa agar Trump diberi “kebijaksanaan yang supernatural.” Brunsom baru menghirup kebebasan setelah ditahan oleh pemerintah Turki selama 2 tahun.

Andrew Brunson, seorang pendeta Kristen evangelis, juga mengungkapkan penghargaannya atas tekanan kuat dari pemerintah Amerika terhadap Turki sehingga dia bisa dibebaskan.

“Kami khususnya hendak berterima kasih kepada pemerintahan ini,” kata Brunson yang didampingi keluarganya. “Anda benar-benar membela kami.”

“Dari penjara Turki ke Gedung Putih dalam 24 jam. Bagus juga,” kata Trump.

Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas pembebasan Brunson. Trump mengatakan tidak ada pembayaran uang tebusan untuk membebaskan Brunson.

Ditanya oleh VOA pada Jumat apa yang mengakibatkan Brunson dibebaskan, Trump di bandara Cincinnati menjawab, “Kami berbicara dengan Turki, dan dia menjalani proses sesuai sistem dan kami berhasil membebaskannya. Kami sudah lama berusaha membebaskannya.”

Pembebasan diri Brunson menandai akhir dari pertikaian diplomatik yang sengit antara Washington dan Ankara. Brunson dihadapkan pada ancaman hukuman 35 tahun seandainya dia dijatuhi hukuman atas tuduhan terorisme dan mata-mata. Washington menyebut tuduhan itu tidak berdasar.

Trump di Gedung Putih mengatakan, pemecahan masalah ini menandai sebuah langkah hebat dalam hubungan Amerika – Turki. [jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG