Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kembali Salahkan Media dalam Pidato di Phoenix, Arizona

  • Mike O’Sullivan

Presiden AS Donald Trump berpidato di depan pendukungnya di Phoenix, Arizona, Selasa (22/8) malam.

Presiden Donald Trump menyalahkan media karena banyaknya berita kontroversial seputar kepresidenannya, dalam pidato kepada pendukungnya di Phoenix, Arizona, Selasa malam.

Setelah mengunjungi Marinir AS dan Badan Perlindungan Perbatasan AS di kota perbatasan Yuma, Trump seperti berkampanye di Phoenix.

"Malam ini, bergabung bersama teman-teman, kita menegaskan kembali kebiasaan, tradisi dan nilai-nilai bersama kita," tandasnya.

Trump telah banyak dikritik karena mengatakan bahwa banyak pihak harus disalahkan atas terjadinya aksi-aksi kebencian dan kekerasan, setelah seorang supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, menabrakkan mobilnya ke kerumunan pemrotes pada 12 Agustus. Pria tersebut menewaskan seorang perempuan dan melukai 19 orang lainnya.

Trump menuduh media melaporkan peristiwa itu secara selektif.

"Sama seperti mereka tidak ingin melaporkan bahwa saya secara tegas berbicara menentang kebencian, kefanatikan dan kekerasan, dan sangat mengutuk neo-Nazi, kelompok supremasi kulit putih dan KKK," tambahnya.

Komentarnya setelah demonstrasi rusuh di Charlottesville memicu protes di kota-kota AS lainnya, dan pemrotes berada di jalan-jalan di Phoenix pada Selasa malam.

"Orang itu (Trump) tidak melakukan apa-apa. Yang ingin ia lakukan hanyalah menjegal lawan-lawan politiknya dan berkokok seperti ayam jantan," kata seorang demonstran anti Trump.

Pendukung Trump juga turun ke jalanan.

"Saya mendukung kebebasan berbicara. Saya mendukung presiden kita dan semua yang dia lakukan. Saya juga mendukung konstitusi kita dan itulah sebabnya saya di sini, hari ini," katanya.

Trump mengancam akan menutup kegiatan pemerintah jika Kongres tidak mendanai pembangunan tembok perbatasan yang dijanjikannya dalam masa kampanye, dan mengatakan sikapnya yang keras mengenai Korea Utara efektif. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG