Tautan-tautan Akses

AS

Trump: Penembakan di Las Vegas Aksi Biadab

  • Peter Heinlein

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih memberi pernyataan mengenai penembakan massal di Las Vegas, Nevada, Senin (2/10).

Presiden Donald Trump hari Senin (1/10) memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang ketika bangsa Amerika sangat terguncang setelah penembakan yang mengakibatkan jumlah korban tewas terbanyak dalam sejarah Amerika.

"Kita bersatu dalam kesedihan, syok dan kedukaan," ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi secara nasional kurang dari 12 jam setelah penembakan terjadi. "Itu aksi biadab," tandasnya.

Trump memulai hari dengan menulis cuitan di Twitter sementara laporan mengenai pembantaian itu terus berkembang.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada para korban dan keluarga mereka dalam penembakan yang mengerikan di Las Vegas. Tuhan memberkati kalian!" ujar Trump.

Ia kemudian mengubah jadwalnya supaya bisa membuat pernyataan di Ruang Diplomatik Gedung Putih, di mana ia mengumumkan akan pergi ke Las Vegas hari Rabu untuk mengenang para korban dan menemui mereka yang selamat.

"Ketika tragedi dan kengerian menimpa, Amerika bersatu. Dan selalu seperti itu," ujar Trump.

"Kita perkuat ikatan yang mempersatukan kita, iman kita, keluarga kita dan nilai-nilai kebersamaan kita. Kita perkuat ikatan kewarganegaraan, ikatan komunitas dan kenyamanan kebersamaan kita," tukasnya.

Trump melanjutkan, "Kesatuan kita tidak bisa dihancurkan oleh kebiadaban, ikatan kita tidak bisa dipatahkan oleh kekerasan dan walaupun kita merasa sangat marah atas pembunuhan sesama warga secara tidak berperikemanusiaan, cintalah yang membuat kita seperti sekarang dan akan selalu seperti itu selamanya."

Berdiri di depan lukisan Presiden George Washington, Trump menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Pada saat seperti ini saya tahu kita mencari semacam makna dalam kekacauan ini, semacam cahaya dalam kegelapan. Jawabannya tidak mudah didapat. Tetapi kita bisa terhibur karena tahu bahwa bahkan ruang yang paling gelap pun bisa diterangi oleh satu cahaya dan bahkan keputusasaan yang paling mengerikan pun bisa diterangi oleh secercah harapan."

Mantan presiden Barack Obama juga menanggapi langsung tragedi tersebut.

"Michelle & saya berdoa bagi para korban di Las Vegas," ia mengunggah ucapan itu di Twitter. "Doa kami untuk keluarga mereka dan semua orang yang kembali mengalami tragedi tak berperikemanusiaan ini."

Ucapan bela sungkawa mengalir ke Gedung Putih dari seluruh dunia. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengungkapkan keterkejutan dan kemarahan.

"Kami tidak bisa menolerir insiden penembakan tanpa pandang bulu dan besar-besaran ini dengan alasan apapun dan dengan tegas saya mengutuk insiden itu," tulis Abe.

"Jepang menyatakan solidaritas yang tulus bagi Pemerintah dan rakyat Amerika pada saat mereka berusaha mengatasi masa sulit ini," tambahnya. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG