Tautan-tautan Akses

Trump Minta Iran Tak Eksekusi Mati Pegulat Terkait Pembunuhan pada 2018


Foto kakak-beradik Iran yang dikenai hukuman berat karena terlibat insiden kekerasan dalam unjuk rasa anti-pemerintah pada di Shiraz, Iran. Dari kiri ke kanan: Habib, Navid, and Vahid Afkari Sangari. (VOA Persian)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Iran untuk tidak mengeksekusi pegulat yang dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan sehubungan dengan protes anti-pemerintah pada 2018.

Desakan itu muncul setelah pengadilan tinggi Iran menguatkan hukuman pegulat itu meskipun ia mencabut pengakuan yang katanya dibuat di bawah siksaan.

Dalam cuitan pada Kamis (3/9), Trump mengatakan telah mendengar Teheran hendak mengeksekusi pegulat Iran Navid Afkari Sangari hanya karena tindakannya bergabung dengan demonstrasi jalanan anti pemerintah.

“Kepada para pemimpin Iran, saya akan sangat menghargai jika Anda mengampuni nyawa pemuda ini, dan tidak mengeksekusinya. Terima kasih!" tulis Trump.

Dalam wawancara Senin dengan VOA sumber yang dekat dengan keluarga Afkari mengatakan Mahkamah Agung Iran menguatkan hukuman mati pegulat itu dalam keputusan 15 Agustus, membawanya selangkah lebih dekat pada kemungkinan eksekusi. Kantor berita Mizan mengonfirmasi keputusan Mahkamah Agung dalam cuitan di Twitter, Senin (31/8), tanpa menyebutkan tanggal putusan.

Afkari adalah pegulat gaya bebas Iran berusia 27 tahun dan pegulat Yunani-Romawi dari Kota Shiraz yang telah memenangkan medali pada kompetisi di dalam negeri dan internasional.

Pengadilan pidana di Provinsi Fars dengan Ibu Kotanya Shiraz , telah menjatuhkan hukuman mati kepada Afkari karena membunuh seorang penjaga keamanan lokal fasilitas air pemerintah pada 2 Agustus 2018. Pembunuhan Hassan Torkaman terjadi di sela-sela demonstrasi anti pemerintah di Shiraz dan kota-kota lain terkait memburuknya kondisi ekonomi Iran, termasuk penurunan drastis nilai mata uang nasional. [my/pp]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG