Tautan-tautan Akses

AS

Trump: Larangan Imigrasi Tak Akan Majukan Teroris Asing


Presiden AS Donald menyampaikan pidato radio mingguannya (10/2).

Pemerintahannya sedang mempertimbangkan inpres baru setelah inpres sebelumnya ditolak pengadilan banding dengan suara bulat.

Dalam pidato radio mingguannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji bahwa tata imigrasi negara tidak akan digunakan sebagai “alat” untuk memajukan perjuangan teroris asing.

“Kita akan terus berjuang untuk mengambil semua langkah yang diperlukan dan tindakan hukum untuk menjaga agar teroris, kaum radikal, dan ekstremis yang berbahaya tidak masuk lagi ke negara kita,” kata Trump.

“Kita tidak akan membiarkan tata umum imigrasi diubah menjadi memusuhi kita sebagai alat terorisme dan orang yang benar-benar jahat. Kita harus mengambil langkah yang tegas sekarang untuk memastikan bahwa kita selamat besok.”

Pidato Trump itu diucapkan sementara pemerintahannya mempertimbangkan “instruksi yang sama sekali baru” mengenai imigrasi setelah pengadilan banding dengan suara bulat memutuskan untuk tidak memberlakukan kembali instruksi presiden yang melarang sementara pengungsi dan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim memasuki Amerika Serikat.

Trump mengatakan kepada para wartawan dalam pesawat kepresidenan Air Force One hari Jumat (10/2) bahwa satu instruksi presiden mungkin akan dikeluarkan paling cepat Senin atau Selasa, jika pemerintah memutuskan untuk menempuh arah tindakan tersebut.

Melalui Twitter Sabtu pagi, Trump mengutarakan kekecewaannya atas keputusan pengadilan, dengan mengatakan keputusan itu menempatkan warga Amerika dalam bahaya.

Ia juga memperkirakan melalui Twitter bahwa taksiran biaya pembangunan tembok perbatasan selatan Amerika dengan Meksiko akan turun banyak, yang tampaknya menanggapi laporan Departemen Keamanan Dalam-Negeri yang mengatakan taksiran telah naik tiga kali lipat hingga mencapai hampir US$22 milyar. [gp]

XS
SM
MD
LG