Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kecam Pengadilan AS yang Tangguhkan Keputusannya soal Imigrasi


Presiden AS Donald Trump saat berbicara kepada sekelompok kepala polisi dan sheriff seluruh Amerika dalam pertemuan di Gedung Putih, Rabu (8/2).

Presiden Donald Trump hari Rabu (8/2) mengecam pengadilan yang menangguhkan keputusannya soal imigrasi dan pengungsi dengan mengatakan tindakan itu bermotif, yang disebutnya sebagai “sangat politis.''

Berbicara kepada sekelompok kepala polisi dan sheriff di Gedung Putih hari Rabu, Presiden AS Donald Trump memusatkan perhatian pada peraturan yang menegaskan kekuasaan presiden untuk membatasi “warga asing yang tidak dibolehkan masuk.''

Ketentuan itu menyatakan, kalau presiden menilai bahwa masuknya orang asing bisa merugikan pemerintah dan rakyat Amerika, presiden bisa “menangguhkan masuknya semua orang asing atau kelompok orang asing sebagai imigran atau non-imigran, atau menerapkan pembatasan apapun yang dianggapnya tepat untuk mencegah masuknya orang asing.''

"Itu sudah ditulis tepat,'' ujar Trump seraya menegaskan bahkan “murid SMU yang bodoh sekalipun bisa memahami hal ini.''

"Pengadilan tampaknya sudah sangat dimotivasi oleh politik dan alangkah baiknya kalau sistem peradilan kita mampu membaca pernyataan itu dan melakukan apa yang benar,'' tambah Trump.

“Dan itu terkait keamanan negara kita, jadi sangat penting," tegasnya.

Pengadilan Banding ke-9 Amerika sedang mempertimbangkan permohonan banding keputusan presiden Trump atas imigrasi, yang menunda program pengungsi Amerika dan melarang masuk untuk sementara warga dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Keputusan presiden yang kontroversial itu mendominasi kunjungan pertama Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly ke Capitol Hill hari Selasa.

"Larangan itu tidak diberlakukan karena mereka negara Muslim melainkan karena kita tidak mempercayai pemeriksaan terhadap mereka atau informasi mereka. Tetapi setelah merenungkannya, saya seharusnya - dan ini semua terpulang pada saya - menundanya dulu," kata Kelly.

Pengakuan itu tidak meredakan kemarahan fraksi Demokrat yang meminta Kelly mempertimbangkan penderitaan keluarga yang ditolak karena larangan itu.

Presiden Trump mengatakan kepada wartawan, ia yakin keputusan itu akan menang.

"Kita tahu sebagian berkenaan dengan undang-undang dan saya setuju itu, dan sebagian lagi berkenaan akal sehat. Ini akal sehat."

Tetapi menurut kritikus, cuitan Trump itu merupakan upaya memperlembah kewibawaan cabang yudisial pemerintah. [ka/jm]

Tonton: Pernyataan Trump soal Larangan Masuk ke Amerika

XS
SM
MD
LG