Tautan-tautan Akses

Trump Lagi-Lagi Kecam Protes Pemain Football


Beberapa pemain New England Patriots berlutut saat diperdengarkan lagu kebangsaan sebelum diselenggarakannya pertandingan football melawan Houston Texans, 24 September 2017 di Foxborough, Mass. (foto: AP Photo/Michael Dwyer)

Presiden Trump Selasa mengatakan, dia berpendapat “memalukan” bahwa pemain NFL berlutut saat lagu kebangsaan dinyanyikan untuk memprotes praktik rasialisme di Amerika, dan dia menyerukan kepada NFL untuk menghentikan hal itu.

Trump mengatakan, berdiri saat Star Spangled Banner dinyanyikan, sebuah tradisi sebelum pertandingan olah raga dilaksanakan, merupakan “penghormatan kepada negara kita.”

Berdiri disamping PM Spanyol Mariano Rajoy, Trump mengatakan, protes pada pertandingan football yang disiarkan televisi secara nasional “membuat saya malu.” Dia mengatakan kepada reporter sangat penting bahwa NFL tidak membiarkan pemain berlutut selama lagu kebangsaan dinyanyikan, guna menghormati negara dan bendera kita.”

Presiden berulang kali mengatakan, dia tidak melihat isu rasial dalam protes-protes yang berlangsung, meskipun para atlit yang terlibat praktik itu mengatakan, mereka berupaya menarik perhatian pada perlakuan tidak setara terhadap minoritas di Amerika, serta insiden-insiden kekejaman polisi terhadap warga kulit hitam. Trump juga mengatakan, penonton seharusnya memperlihatkan ketidak-senangan mereka dengan meneriaki pemain-pemain football yang berlutut.

Pada pertandingan football Senin malam, anggota-anggota kelab NFL, Dallas Cowboys, bersama pemiliknya, bergandeng tangan dan berlutut di lapangan sebelum pertandingan.

Lebih dari 200 pemain NFL dan beberapa pemilik kelab berlutut atau duduk sambil bergandeng tangan dalam berbagai pertandingan football pada akhir minggu lalu. Protes sekarang 30 kali lebih luas dari minggu sebelumnya, menyusul seruan Trump bagi pemecatan atlit-atlit yang terlibat. Banyak pemain khususnya marah dengan komentar presiden yang menjuluki pemain sebagai “son of a bitch” dan harus dipecat segera.

Protes ini dimulai tahun lalu ketika pemain San Francisco 49ers, Colin Kaepernick, menolak berdiri ketika lagu kebangsaan dinyanyikan untuk menarik perhatian pada masalah diskriminasi rasial di Amerika. [jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG