Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kecam Penyelidikan Baru Partai Demokrat


Presiden AS Donald Trump berbicara di Gedung Putih, Selasa (5/3).

Presiden AS Donald Trump hari Selasa (5/3) menyerang para anggota Kongres dari Partai Demokrat karena membuka penyelidikan luas mengenai dirinya dan pemerintahannya, menyebutnya "ekspedisi penangkapan besar-besaran untuk mencari kejahatan."

Ia berpendapat anggota Partai Demokrat di DPR yang hari Senin menuntut dokumen dari 81 orang dan entitas terkait kampanyenya pada tahun 2016, bisnis dan masa jabatannya selama dua tahun sebagai presiden, "benar-benar menjadi gila." Ia mengatakan, surat-surat untuk meminta informasi dikirim kepada "orang-orang tak bersalah untuk mengganggu mereka."

Di Twitter, ia menyebut penyelidikan Komite Kehakiman DPR "tindakan melampau kekuasaan terbesar pada sejarah Amerika. Partai Demokrat menghalangi keadilan dan tidak akan menyelesaikan apa pun."

"Mengganggu PRESIDEN!" tulis Trump dalam serangan terakhir dengan huruf besar.

Panel DPR itu mengatakan sedang menyelidiki apakah Trump telah menghalangi keadilan untuk menggagalkan penyelidikan atas dirinya, serta kemungkinan korupsi publik serta penyalahgunaan kekuasaan selama masa kepresidenannya selama dua tahun.

Ketika mengumumkan penyelidikan itu, ketua Komite Kehakiman Jerrold Nadler mengatakan, "Selama beberapa tahun terakhir, Presiden Trump telah menghindari pertanggungjawaban atas serangannya yang hampir setiap hari terhadap aturan dan norma dasar hukum, etika, dan konstitusi kita. Menyelidiki ancaman-ancaman terhadap aturan hukum ini adalah kewajiban Kongres."

Trump sejak lama membantah melakukan kesalahan terkait hubungan kampanyenya dengan Rusia dan selama masa kepresidenannya. Ditanya mengenai penyelidikan Nadler pada hari Senin, Trump menjawab, "Saya selalu bekerja sama dengan semua orang, anda tahu yang terbaik? Tidak ada kolusi. Semuanya bohong." (my)

XS
SM
MD
LG