Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kecam Kota-kota yang Menyingkirkan Patung Tokoh Konfederasi


Para pekerja menyingkirkan patung-patung Robert E. Lee, komandan pasukan Konfederasi yang mendukung perbudakan dalam Perang Saudara Amerika dan patung Thomas "Stonewall" Jackson, seorang jenderal Konfederasi dari Wyman Park di Baltimore, 16 Agustus 2017.

Presiden Amerika, Donald Trump mengatakan hari Kamis (17/8), "sangat bodoh" bahwa kota-kota di Amerika menyingkirkan patung-patung para jenderal dan tentara Konfederasi yang berjuang di pihak yang kalah dalam Perang Saudara pada abad ke-19.

Dalam serangkaian cuitannya di Twitter, Trump mengatakan, ia sedih melihat sejarah dan budaya negara besar ini hancur berantakan dengan disingkirkannya patung dan monumen yang indah.

"Kita tidak bisa mengubah sejarah," kata Trump, "tetapi kita bisa mempelajarinya. Robert E Lee, Stonewall Jackson, siapa selanjutnya, Washington, Jefferson? Begitu bodoh! Juga keindahan yang dihilangkan dari kota-kota kita, kota-kota dan taman akan sangat kehilangan patung-patung itu dan tidak pernah bisa digantikan dengan yang sebanding!."

Trump menyampaikan pandangannya itu sehubungan monumen-monumen Konfederasi setelah kerusuhan yang mematikan akhir pekan lalu di Charlottesville, Virginia, di mana kelompok supremasi kulit putih memprotes rencana kota tersebut untuk memindahkan patung besar untuk menghormati Lee. Lee memimpin pasukan Konfederasi selama konflik yang berlangsung dari tahun 1861 sampai 1865.

Trump mendapat kecaman luas dari seluruh spektrum politik AS karena mengatakan bahwa demonstran yang mewakili kelompok- kelompok pembenci dan pemrotes kontra sama-sama bersalah dan bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi. Dalam aksi protes tersebut, seorang perempuan tewas dan 19 terluka ketika seorang simpatisan Nazi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke dalam kerumunan para demonstran. Kelompok Nasionalis kulit putih, Ku Klux Klan dan neo-Nazi meneriakkan yel-yel yang mengecam ras minoritas dan Yahudi pada demonstrasi itu.

Salah satu penyusun strategi Trump di Gedung Putih, Stephen Bannon, dalam sebuah wawancara minggu ini menampik peran penting dari pihak sayap kanan di panggung politik AS, meskipun dia memimpin sebuah publikasi yang membela dukungan untuk pandangan "America first” atau “utamakan Amerika” sebelum bergabung dengan Trump di Gedung Putih.

"Etno-nasionalisme itu pecundang," katanya. "Itu unsur yang kecil dan tidak penting. Saya pikir media terlalu membesar-besarkan mereka, dan kita harus membantu menghancurkannya, Anda tahu, tolong lebih banyak dihancurkan. Orang-orang itu adalah sekelompok badut."

Perang Saudara adalah peristiwa yang penting dalam sejarah Amerika, dan muncul akibat tuntutan tuan tanah di selatan agar diperbolehkan memiliki budak dan pemisahan diri 11 negara bagian dari pemerintah nasional. Tentara Union memenangkan pertempuran yang menewaskan 620.000 orang karena kelaparan dan penyakit.

Perang antara negara-negara bagian Amerika telah membentuk hubungan antara warga kulit putih dan kulit hitam di negara ini sejak itu. Sejumlah kota telah memindahkan beberapa dari 718 patung yang menghormati prajurit Konfederasi, sementara yang lain sedang mempertimbangkan untuk menyingkirkannya.

Ada beragam pandangan di AS tentang upaya untuk memindahkan patung-patung itu dari tempat umum, sering di taman-taman dan alun-alun kota, namun kebanyakan di selatan. Banyak yang menuntut penyingkiran mereka, dengan mengatakan bahwa patung-patung itu adalah simbol kepemilikan budak, sebuah stigma, sebuah bagian dari riwayat negara yang tidak seharusnya diagung-agungkan.

Ibukota Amerika diberi nama Washington, dan dua monumen yang paling dominan didirikan untuk menghormati Washington dan Jefferson. Ada 10 patung di gedung Capitol yang menggambarkan tokoh-tokoh terkemuka dari Konfederasi, tetapi patung-patung itu diduga akan tetap bertahan di sana. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG