Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya makin bertekad untuk mengabaikan pendapat beberapa jenderal utama, sementara pemerintahannya mencari cara terbaik untuk menghadapi Iran.
Trump menghadapi tenggat waktu Mei untuk mensertifikasi ulang kesepakatan nuklir Iran dan Selasa (20/3) mengisyaratkan lagi bahwa ia tidak takut untuk menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian itu, kecuali jika penandatangan lain bersedia melakukan perubahan besar.
"Banyak hal buruk terjadi di Iran," kata Presiden Trump selama kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, ke Gedung Putih.
"Kesepakatan itu akan habis masa berlakunya dalam satu bulan, dan akan kita saksikan apa yang terjadi," kata Trump menambahkan.
Trump sejak lama mengecam kesepakatan Iran pada 2015, yang juga dikenal sebagai Rencana Tindakan Komprehensif Gabungan, untuk menanggulangi program nuklir Teheran dan mencegah negara itu membuat hulu ledak nuklir.
Pada Januari, Trump mengatakan ia memutuskan untuk tidak menerapkan sanksi nuklir terhadap Iran untuk "terakhir kali," dan menuntut Kongres AS dan sekutu-sekutu Eropa "memperbaiki cacat serius dalam kesepakatan itu.
"Namun sejak itu para pejabat militer AS menolak desakan Trump, berulang kali mengemukakan bahwa kesepakatan itu pada umumnya bermanfaat, meskipun mereka terus menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai perilaku agresif Teheran di Timur Tengah. [my/ds]