Tautan-tautan Akses

AS

Trump: Iran Buat ‘Kesalahan Besar’ Menembak Jatuh Pesawat Nirawak AS


Presiden AS Donald Trump mengecam Iran karena menembak jatuh pesawat nirawak AS.

Presiden Amerika Donald Trump menyatakan Kamis (20/6) bahwa “Iran membuat kesalahan yang sangat besar” telah menembak jatuh pesawat tak berawak milik Amerika.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Trump mendapat laporan Rabu malam dan lagi Kamis pagi tentang insiden itu. Dia mengatakan pemerintah juga akan tetap berhubungan dengan para anggota Kongres di Capitol Hill.

Trump menyampaikan komentarnya lewat Twitter pada Kamis pagi.

Trump mengatakan kepada wartawan, penembakan pesawat tak berawak itu adalah sandungan baru dalam ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran. Namun, ia mengelak menanggapi ketika ditanya apakah AS akan menanggapi penembakan itu. Para pejabat Amerika dan Iran saling menyalahkan mengenai terjadinya insiden itu.

Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone Amerika jenis Global Hawk yang terbang di atas kawasan udara Iran.

“Perbatasan adalah garis yang tidak boleh dilanggar,” kata komandan Garda Revolusi, Jenderal Hussein Salami dalam pidato televisi dari kota Sanandai. “Musuh yang melanggar perbatasan itu akan dihancurkan,” tambahnya.

Namun, Komando Sentral Amerika, yang mengawasi kegiatan militer Amerika di kawasan itu dengan cepat membantah klaim Iran tadi.

“Ini adalah serangan atas pesawat pengintai Amerika yang terbang di kawasan udara internasional,” kata juru bicara Komando Sentral, Kapten Bill Urban. Ia menambahkan pesawat tanpa awak itu sedang beroperasi diatas Selat Hormuz ketika ditembak jatuh oleh misil darat-ke-udara Iran hari Rabu.

Pesawat drone itu, yang bernilai lebih dari 222-juta dolar, bisa memantau kawasan seluas 100.000 km persegi setiap harinya. Kawasan itu sama luasnya dengan Islandia atau Korea selatan.

Amerika mengatakan telah mengirim kapal-kapal angkatan laut ke selat Hormuz untuk mengambil puing-puing drone yang tersebar di laut. Keprihatinan tentang munculnya konfrontasi antara Amerika dan Iran meningkat, sejak para pejabat Amerika minggu lalu menuduh Iran bertanggung-jawab atas serangan ranjau atas dua kapal tanki yang sedang berlayar di Selat Hormuz.

Pejabat Amerika menambahkan bahwa laporan-laporan intelijen dalam satu setengah bulan terakhir menunjukkan adanya ancaman di Timur Tengah “yang terkait dengan rezim Iran.”

Hari Rabu, wakil khusus Amerika urusan Iran, Brian Hook mengatakan kepada panil DPR, bahwa keputusan untuk mengirim 1.000 orang tentara tambahan guna memperkuat pertahanan Amerika di Irak dan Suriah telah dijalankan. Tapi senator Partai Republik Lindsay Graham mengatakan, risiko konfrontasi militer terus meningkat setelah ditembak jatuhnya drone Amerika itu.

Kata Graham kepada wartawan setelah berbicara dengan Presiden Trump, “Trump, yakin bahwa kita kini berada di tempat yang berbahaya dan semua pilihan yang bersedia sudah habis.”

Ketua DPR Nancy Pelosi hari Kamis mengatakan Amerika “tidak bernafsu” untuk berperang dengan Iran, dan Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Amerika supaya jangan melakukan tindakan balasan atas insiden penembakan itu, karena penggunaan kekerasan senjata akan “merupakan bencana bagi kawasan itu.” (ii/al)

XS
SM
MD
LG