Tautan-tautan Akses

Trump Diperkirakan akan Tandatangani Sanksi-Sanksi Baru terhadap Rusia

  • Michael Bowman

ARSIP – Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov dalam pembicaraan nuklir yang berlangsung selama dua hari di kantor PBB di Jenewa, Swiss (foto: AP Photo/Fabrice Coffrini, pool)

Presiden Amerika Donald Trump diperkirakan akan mengesahkan sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara. Sementara Washington menunggu penandatanganan tersebut, Rusia menyatakan akan melakukan pembalasan jika langkah-langkah hukuman tersebut diberlakukan.

Legislasi mengenai sanksi-sanksi itu menimbulkan hal yang langka terjadi di Kongres, yakni dukungan melimpah dari kedua partai.

Senator dari partai Republik John McCain mengemukakan:

"Kita tidak akan mendiamkan serangan-serangan terhadap demokrasi kita. Inilah tujuan legislasi ini.”

Sanksi-sanksi tersebut secara luas menarget basis pendukung kekuasaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Senator Demokrat Ben Cardin mengatakan:

"Sanksi-sanksi wajib yang dicakup legislasi ini berkaitan dengan sektor energi, finansial, intelijen dan pertahanan.”

Sementara itu Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, dalam acara televisi ABC This Week menyatakan:

"Legislasi yang betul-betul aneh dan tidak dapat diterima sama sekali. Kami akan membalas. Jangan lakukan ini.”

Moskow telah memerintahkan pengurangan personel diplomatik Amerika di Rusia. Deputi Menteri Luar Negeri Ryabkov mengatakan Rusia berhubungan dengan orang-orang yang dekat dengan Presiden Trump tahun lalu, sebagaimana banyak negara lainnya, tetapi tak ada hal tak patut yang terjadi.

Ryabkov menambahkan:

"Jika Duta Besar Rusia Sergey Kislyak tidak menghubungi beberapa orang di pihak lain, maka katakanlah, ia tidak melakukan tugas sebagaimana seharusnya. Ia tidak mematai-matai dan ia tidak merekrut. Jika ia melakukannya, saya sekarang akan menjadi primadona Balet Bolshoi.”

Penegasan tersebut diabaikan di Gedung Kongres di Capitol Hill.

Senator Demokrat Chuck Schumer mengatakan:

"Putin dan sekutu-sekutunya tidak mengalami dampak serius dari pelanggaran menakjubkan terhadap hak kita sebagai negara berdaulat yakni agar pemilu kita tidak diganggu oleh negara asing. Semua itu berubah sekarang.”

Sanksi-sanksi tersebut juga menarget Korea Utara setelah negara itu melakukan peluncuran misil terbarunya.

Senator Republik Cory Gardner, mengemukakan:

"Masih banyak lagi yang harus kita lakukan untuk menghentikan rezim Kim yang gila. Di China ada lebih dari 5.000 bisnis yang masih bertransaksi dengan Korea Utara. China bertanggungjawab atas 90 persen ekonomi Korea Utara.”

Iran juga menjadi target sanksi-sanksi ini atas berbagai aktivitas non-nuklirnya, termasuk di antaranya program misil balistik dan dukungannya bagi terorisme internasional. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG