Tautan-tautan Akses

Trump Tiba di Perancis untuk Rayakan Hari Bastille

  • Luis Ramirez

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron berjabat tangan usai konferensi pers bersama di Istana Elysee di Paris, Kamis (13/7).

Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (13/7) tiba di Perancis untuk merayakan Hari Nasional Perancis, di mana pasukan Amerika dan Perancis akan pawai bersama di Champs Elysees. Menjelang acara itu, Trump akan mencoba mengusahakan kesepakatan atas isu Suriah dan kontra-terorisme, untuk memulihkan hubungan yang tegang dengan pemimpin muda yang baru – Emmanuel Macron.

Jabat tangan Macron dan Trump sempat viral dan menjadi perbincangan hangat Mei lalu. Jabat tangan yang menunjukkan seorang pemimpin muda dan baru di Perancis meyakinkan bahwa Perancis akan berdiri menentang Trump dan kebijakan ‘’Amerika Pertama’’ yang digagasnya.

Sebagian analis mengatakan pertemuan berikutnya kedua pemimpin ini merupakan pertemuan yang akan berlangsung santun.

“Pada saat yang sama, ini akan menjadi pertemuan yang sangat canggung karena Perancis tidak saja memilih presiden yang adalah antitesa Trump, tetapi juga karena adanya kekecewaan mendalam karena Trump menarik diri dari perjanjian iklim Paris,” kata analis Timothy Stafford.

Perancis bekerja keras menyelenggarakan KTT Perubahan Iklim 2015 dan melihat perjanjian yang tercapai dalam pertemuan itu sebagai suatu pencapaian besar.

“Jadi ketika akhirnya presiden yang baru terpilih di Amerika menarik diri dari perjanjian itu tanpa pemberitahuan, ini tentu menjadi perselisihan yang sangat menyakitkan dalam pertemuan-pertemuan kedua pemimpin. Seberapa besar mereka berupaya menutupi hal itu dari publik, Anda bisa memastikan bahwa dalam diskusi-diskusi pribadi yang dilakukan, Perancis akan melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk mencari semacam solusi atas hal ini,” imbuh Stafford.

Ada pula masalah hubungan Presiden Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang tampak dalam pertemuan maraton KTT G20 Jum’at lalu (7/7). Perancis dan negara-negara di bagian barat Eropa kini cemas.

“Tidak ada hal-hal substantif yang terjadi dalam pertemuan itu yang membuat kita jadi cemas, tetapi proses pertemuan itu, bahasa yang digunakan – yang menunjukkan kesediaannya untuk menggunakan bahasa kasar terhadap sekutu, sementara enggan menggunakan kata-kata kasar terhadap Rusia – membuat orang berpikir, apakah dalam beberapa bulan ke depan kita akan melihat inisiatif Amerika terhadap Suriah, atau terhadap Rusia, atau terhadap Ukraina, atau di tempat lain yang disepakati dengan Kremlin sebelum didiskusikan dengan orang-orang di Paris, atau di Berlin, atau di London,” kata Malcolm Chalmers.

Lawatan ke Perancis ini merupakan lawatan ketiga Trump ke Eropa sejak menjabat Januari lalu.

Dalam lawatannya ini Trump akan ikut menyaksikan perayaan Hari Nasional Perancis. Pembicaraan dengan Macron diperkirakan akan mencakup isu Suriah dan kontraterorisme, isu yang cukup mudah untuk mencapai perjanjian. Pejabat-pejabat Gedung Putih mengatakan isu-isu iklim yang lebih rumit mungkin juga akan dibicarakan. [em/jm]

XS
SM
MD
LG