Tautan-tautan Akses

Trump Berkeras Tak Pernah Minta FBI Berhenti Selidiki Michael Flynn


Donald Trump (kiri) dan Michael Flynn pada saat kampanye Pilpres 17 Oktober 2016 (foto: dok).
Donald Trump (kiri) dan Michael Flynn pada saat kampanye Pilpres 17 Oktober 2016 (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump hari Minggu (3/12) berkeras ia “tidak pernah meminta” mantan kepala Badan Investigasi Federal FBI James Comey untuk berhenti menyelidiki Michael Flynn – yang pernah menjadi penasihat keamanan nasionalnya – tentang kontak yang dilakukan Flynn dengan Duta Besar Rusia Untuk Amerika Sergey Kislyak.

Trump mengatakan Comey – yang dipecatnya Mei lalu ketika tengah memimpin penyelidikan FBI tentang apakah tim kampanye Trump berkolusi dengan Rusia selama pemilihan presien Amerika tahun 2016 untuk membantu kemenangan Trump – telah berbohong ketika memberi kesaksian kepada Kongres Juni lalu, bahwa Trump telah mengatakan kepadanya “saya berharap Anda bisa melihat masalah ini secara jelas untuk menyudahi hal ini, melepaskan Flynn. Ia orang yang baik. Saya harap Anda tidak mengusiknya.”

Pernyataan Trump di Twitter itu muncul dua hari setelah Flynn mengaku bersalah telah berbohong pada agen-agen FBI tentang pembicaraannya dengan mantan duta besar Rusia untuk Amerika Sergey Kislyak setahun lalu, pada minggu-minggu sebelum Trump menjabat Januari 2017.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter, Trump menyerang media-media utama dengan julukan “fake news” atau “berita bohong”; dan Comey atas penyelidikan yang dilakukannya tahun lalu terhadap penantang Trump dari Partai Demokrat – Hillary Clinton – yang kalah, atas penanganan materi rahasia yang disalurkan lewat server email pribadi ketika ia menjabat sebagai menteri luar negeri.

“Setelah bertahun-tahun Comey memimpin FBI – dengan penyelidikan palsu dan tidak jujur terhadap Clinton, dan banyak lainnya – reputasi FBI terbilang berantakan, yang terburuk dalam sejarah!” ujar Trump. “Tetapi jangan khawatir, kita akan mengembalikan FBI pada kebesarannya.”

Trump juga menyerang FBI karena menggunakan seorang agen dalam penyelidikan terhadap Clinton yang menulis email-email yang lebih berpihak pada Clinton dalam pemilu lalu. Agen itu dikeluarkan dari tim penyelidik setelah email-emailnya ditemukan.

“Kini semua mulai masuk akal,” ujar Trump.

Trump mengklaim para investor saham telah menderita kerugian “jutaan dolar” hari Jum’at (30/11) karena laporan yang “palsu dan tidak jujur” oleh ABC News bahwa Flynn akan memberi kesaksian tentang Trump yang memerintahkannya untuk melakukan kontak dengan pejabat-pejabat Rusia ketika Trump masih menjadi calon presiden. ABC memperbaiki laporan itu dan menindak wartawan yang membuat berita itu.

Penyelidik Khusus Robert Mueller sedang melakukan penyelidikan kriminal terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden dan apakah tim kampanye Trump berkolusi dengan Rusia.

Selain itu Mueller juga sedang menyelidiki apakah Trump menghalangi upaya itu dengan meminta Comey menyudahi penyelidikan yang dilakukannya terhadap Flynn dan kemudian memecat Comey sebelum Mueller ditunjuk oleh seorang pejabat tinggi Departemen Kehakiman untuk mengambilalih seluruh penyelidikan tentang Rusia itu. Trump, Mei lalu, mengatakan bahwa ia memikirkan “soal Rusia ini” ketika memecat Comey dan telah sejak lama menilai bahwa fokus penyelidikan tentang keterlibatan Rusia dalam pemilu merupakan alasan oleh Partai Demokrat untuk menjelaskan kekalahan Clinton.

Trump memecat Flynn setelah 24 hari menduduki jabatannya di Gedung Putih, ketika rekaman pembicaraan menunjukkan bahwa ia telah berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence tentang isi pembicarannya dengan Duta Besar Rusia Untuk Amerika ketika itu Sergey Kislyak. Tetapi dalam cuitan di Twitter hari Sabtu (2/12) Trump dalam pernyataan tertulis oleh salah seorang kuasa hukumnya, John Dowd, mengatakan “saya harus memecat Jendral Flynn karena ia berbohong pada wakil presiden dan FBI. Ia telah mengaku bersalah atas kebohongan itu. Tindakan yang dilakukan pada masa transisi itu merupakan hal yang memalukan. Tidak ada yang perlu disembunyikan!”

Cuitan itu menunjukkan bahwa presiden tahu Flynn telah berbohong pada FBI dan juga wakil presiden tentang kontak-kontaknya dengan Rusia. Trump tidak pernah menyebut tentang FBI dalam cuitan-cuitan sebelumnya terkait Flynn dan Rusia.

Berbohong pada FBI merupakan pelanggaran hukum, hal yang diakui Flynn dalam pengakuannya. [em/al]

XS
SM
MD
LG