Tautan-tautan Akses

Trump Bela 'Hak Absolutnya' Berbagi Informasi dengan Rusia


Presiden AS Donald Trump menerima Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri) yang didampingi Dubes Rusia Sergei Kislyak, dalam pertemuan di Gedung Putih, 10 Mei lalu.
Presiden AS Donald Trump menerima Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri) yang didampingi Dubes Rusia Sergei Kislyak, dalam pertemuan di Gedung Putih, 10 Mei lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari Selasa (16/5) membela “hak absolutnya” untuk berbagi informasi dengan pejabat Rusia dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pekan lalu, mendorong kembali berbagai laporan media bahwa dia mengungkapkan informasi yang sangat rahasia terkait dengan Negara Islam atau ISIS.

Dalam komentar melalui akun Twitternya Selasa pagi, Trump mengatakan bahwa dia ingin menyampaikan “fakta-fakta yang berkaitan dengan terorisme dan keamanan penerbangan” ketika dia bertemu di Oval Office dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan duta besar Moskow, Sergey Kislyak. Trump mendesak Rusia agar “meningkatkan perjuangan mereka” melawan teroris ISIS.

Presiden Trump tampaknya membanggakan diri tentang pengetahuan Amerika tentang ancaman ancaman terhadap penerbangan, menurut surat kabar Washington Post. Harian New York Times melaporkan bahwa informasi tersebut, yang dianggap sangat sensitif, bahkan belum dibagikan secara luas di dalam pemerintahan Amerika atau dibagikan dengan negara-negara sekutu lainnya.

Seorang presiden Amerika memiliki wewenang untuk mendeklasifikasi hampir semua informasi, sehingga apa yang dilakukan oleh Trump itu tampaknya tidak ilegal. Namun, beberapa pejabat intelijen yang dikutip oleh surat kabar itu, menyatakan keprihatinan bahwa informasi tersebut, yang diberikan oleh pemerintah mitra Amerika, dapat membahayakan hubungan internasional yang penting. [lt]

XS
SM
MD
LG